PALANGKA RAYA – Fraksi Partai Golkar di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya menegaskan, perbedaan pandangan antara legislatif dan pemerintah daerah merupakan hal yang wajar dalam proses pembangunan.
Perbedaan tersebut dinilai bukan sebagai bentuk pertentangan, melainkan bagian dari upaya mencari kebijakan terbaik bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Juru Bicara Fraksi Golkar DPRD Kota Palangka Raya Hasan Busyairi dalam Rapat Paripurna ke-3 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027, saat menyampaikan pandangan umum fraksinya terhadap Nota Keuangan Perubahan APBD 2026 dan Raperda tentang Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) 2026 sampai 2045, belum lama ini.
Hasan mengatakan, perbedaan pandangan yang muncul dalam pembahasan antara DPRD dan Pemerintah Kota Palangka Raya merupakan bagian dari dinamika dalam proses penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
“Perbedaan pandangan bukanlah perbedaan tujuan, melainkan bagian dari proses untuk menemukan keputusan terbaik bagi Kota Palangka Raya,” kata Hasan.
Menurut dia, DPRD dan pemerintah daerah pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yakni menghasilkan kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan serta harapan masyarakat.
Karena itu, Hasan menekankan pentingnya menjaga semangat kemitraan, keterbukaan, musyawarah, dan kolaborasi dalam setiap tahapan pembahasan kebijakan daerah.
Ia menyebut Fraksi Golkar akan terus mengambil bagian dalam proses pembangunan Kota Palangka Raya melalui semangat karya, kekaryaan, kolaborasi, dan pengabdian. “Tujuan utama dari seluruh kebijakan yang kita sepakati bersama adalah meningkatkan kualitas pelayanan, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat Kota Palangka Raya,” ujarnya.
Hasan juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk menjaga semangat Huma Betang dengan mengedepankan kebersamaan, gotong royong, serta sikap saling menghargai.
Menurutnya, semangat tersebut penting agar seluruh pihak tetap bergerak bersama meski terdapat perbedaan pandangan dalam proses pengambilan kebijakan. “Dengan semangat Isen Mulang atau pantang mundur, mari kita bersama-sama memberikan karya terbaik untuk Kota Palangka Raya yang kita cintai,” pungkasnya. (ifa)












