DPRD Palangka Raya

Disorot di Medsos, Rusdiansyah Bantah DPRD Diam Tangani Karhutla

22
×

Disorot di Medsos, Rusdiansyah Bantah DPRD Diam Tangani Karhutla

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kota Palangka Raya Rusdiansyah.

PALANGKA RAYA – Sorotan masyarakat di media sosial (medsos) terkait kontribusi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendapat tanggapan dari Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Rusdiansyah.

Ia membantah anggapan bahwa dewan hanya diam di tengah kondisi karhutla yang terjadi di Kota Palangka Raya. Menurutnya, DPRD tetap berkontribusi dalam penanganan karhutla, baik melalui dukungan maupun keterlibatan anggota di lapangan.

“Artinya, kontribusi DPR itu sebenarnya banyak yang sudah dilakukan. Terutama ketua DPRD dan pimpinan DPRD yang sudah melakukan kerja sama dengan institusi lain, serta memberikan instruksi bersama wali kota,” kata Rusdiansyah, Senin (5/10/2026).

Ia menjelaskan, keterlibatan DPRD juga dilakukan melalui dorongan terhadap berbagai kebutuhan penanganan karhutla. Menurutnya, sejumlah anggota DPRD turut memberikan perhatian kepada para relawan dan Satgas yang bekerja di lapangan. “Tidak benar dalam pandangan masyarakat bahwa DPR hanya diam. Tidak,” tegasnya.

Rusdiansyah mengatakan, tidak seluruh aktivitas anggota DPRD dalam membantu penanganan karhutla selalu dipublikasikan melalui media sosial. Sebagian anggota memilih tidak mengunggah kegiatan yang mereka lakukan.

Ia mencontohkan adanya anggota DPRD yang mendatangi pos-pos Satgas dan menemui para relawan. Kehadiran tersebut, kata ia, salah satunya untuk memberikan dukungan dan semangat kepada personel yang sedang menjalankan tugas pemadaman.

“Contohnya tadi, pimpinan kemarin datang ke pos-pos Satgas, mengunjungi mereka, paling tidak memberikan semangat kepada mereka untuk melakukan pemadaman. Tapi kadang-kadang tidak terekspos,” ujarnya.

Rusdiansyah menilai aktivitas penanganan karhutla yang dilakukan DPRD tidak selalu harus dipublikasikan oleh masing-masing anggota. Namun, ia berharap kegiatan-kegiatan tersebut tetap dapat diketahui masyarakat melalui pemberitaan. “Jadi bukan berarti masyarakat harus selalu diberi tahu. Tidak mungkin kami harus menyiarkan semuanya,” pungkasnya. (ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *