DPRD Palangka Raya

Asap Ganggu Penerbangan, Dewan Soroti Kerugian

23
×

Asap Ganggu Penerbangan, Dewan Soroti Kerugian

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kota Palangka Raya Hatir Sata Tarigan.

PALANGKA RAYA – Gangguan penerbangan menjadi salah satu dampak nyata kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dirasakan Kota Palangka Raya saat ini. Kondisi jarak pandang yang terganggu akibat asap membuat perjalanan udara tidak berjalan normal, sehingga berimbas terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian di daerah ini.

Anggota Komisi I Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya Hatir Sata Tarigan menilai, gangguan penerbangan tersebut menunjukkan dampak kabut asap yang tidak bisa dipandang ringan.

Menurut dia, penerbangan yang tertunda hingga pesawat harus kembali atau dialihkan ke bandara lain telah mengganggu mobilitas masyarakat yang mengandalkan transportasi udara. “Penerbangan-penerbangan yang kita alami ini ketunda-ketunda terus, harus kembali ke Banjarmasin,” kata Hatir, Senin (5/10/2026).

Ia menilai kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan masyarakat yang hendak bepergian, tetapi juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi Kota Palangka Raya. “Bayangkan saja penerbangan sampai tutup. Secara ekonomi juga kita dirugikan. Banyak sekali dampak-dampak itu,” ujarnya.

Mantan manajer Persepar Palangka Raya itu menegaskan, terganggunya penerbangan merupakan persoalan serius karena Palangka Raya sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah memiliki mobilitas masyarakat yang cukup bergantung pada konektivitas udara. “Ini kan sudah menimbulkan dampak ekonomi yang luar biasa,” tegasnya.

Hatir Sata Tarigan berharap agar kondisi tersebut menjadi perhatian dalam melihat dampak kabut asap secara lebih luas. Menurutnya, gangguan penerbangan menunjukkan bahwa dampak kabut asap telah menghambat aktivitas dan konektivitas Kota Palangka Raya. (ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *