PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kota Palangka Raya mulai mengarah ke kawasan yang perlu mendapat perhatian serius. Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya kini memusatkan penanganan di Kilometer 23 karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari kawasan Taman Nasional Sebangau.
Wakil Wali (Wawali) Kota Palangka Raya Achmad Zaini mengatakan, kedekatan titik api dengan kawasan taman nasional menjadi alasan utama pemerintah memprioritaskan penanganan di wilayah tersebut. Api dikhawatirkan terus meluas apabila tidak segera dikendalikan.
“Beberapa hari ini kita fokus di Kilometer 23, karena di situ mendekati taman nasional,” kata Zaini usai mengikuti rapat koordinasi penanganan Karhutla, Senin (7/9/26).
Untuk mencegah api merambat lebih jauh, Pemko Palangka Raya mengerahkan sejumlah unsur dalam operasi pemadaman. Personel TNI, Polri, Manggala Agni dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dikerahkan untuk mengendalikan kebakaran di lapangan.
“Semua sumber daya kita arahkan ke sana. TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, kita lakukan upaya-upaya pemadaman agar tidak sampai merambat lebih jauh ke taman nasional,” ujarnya.
Zaini mengungkapkan, luasan Karhutla secara kumulatif di Kota Palangka Raya saat ini telah mencapai sekitar 800 hektare. Kondisi tersebut membuat upaya pengendalian terus dilakukan, terutama pada wilayah yang berpotensi menyebabkan kebakaran meluas.
Meski Kilometer 23 menjadi salah satu fokus utama, penanganan tidak hanya dilakukan di kawasan tersebut. Tim gabungan juga masih bergerak di sejumlah titik lain yang mengalami kebakaran.
“Walaupun di beberapa titik juga masih ada terjadi kebakaran, tim-tim kita juga bersama-sama melakukan kegiatan pemadaman,” katanya.
Pemko Palangka Raya terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan unsur terkait untuk mempercepat penanganan Karhutla. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas dan memasuki kawasan Taman Nasional Sebangau yang memiliki ekosistem penting di wilayah Kalimantan Tengah.
Pemerintah memastikan penanganan di lapangan akan terus dilakukan hingga titik-titik kebakaran dapat dikendalikan. (ifa/)












