DPRD Kalimantan Tengah

‎Desa di Barsel dan Bartim Kekurangan Tenaga Medis

36
×

‎Desa di Barsel dan Bartim Kekurangan Tenaga Medis

Sebarkan artikel ini
‎FOTO : Anggota DPRD Kalteng, Purdiono FOTO: ‎BUDHI SEPRATAMA PUTRA//RADAR KALTENG

‎PALANGKA RAYA – Sejumlah desa di Kabupaten Barsel dan Bartim masih kekurangan tenaga medis. Aspirasi itu diungkapkan masyarakat ketika berdiskusi dengan anggota DPRD Kalteng Purdiono.

Anggota DPRD Kalteng, Purdiono mengatakan masyarakat berharap pemerintah memastikan ketersediaan dokter dan perawat yang dapat memberikan pelayanan secara optimal di wilayah pedesaan. Keberadaan tenaga kesehatan dinilai penting agar masyarakat tidak selalu harus menempuh perjalanan jauh ketika membutuhkan pelayanan medis.

‎“Sejumlah desa di Barito Selatan maupun di Barito Timur menginginkan kesediaan tenaga medis, baik dokter maupun perawat yang standby,” katanya, Jumat (4/9).

‎Menurutnya, kebutuhan tenaga kesehatan menjadi semakin mendesak ketika terjadi kondisi yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, termasuk kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam situasi tersebut, masyarakat di desa membutuhkan akses pelayanan kesehatan yang cepat, termasuk ketersediaan obat-obatan.

‎Purdiono menilai Puskesmas Pembantu (Pustu) yang berada di desa perlu mendapat dukungan sumber daya manusia dan sarana pendukung yang memadai. Tanpa tenaga medis yang cukup, keberadaan fasilitas kesehatan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat.

‎“Apalagi dalam keadaan asap seperti ini. Kemudian  obat-obatan juga terbatas,” ujarnya.

‎Data BPS Kalteng menunjukkan jumlah tenaga kesehatan masih tersebar tidak merata antarkabupaten. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pemerintah provinsi sebelumnya juga mengakui masih terdapat daerah yang kekurangan tenaga kesehatan dan perlu mendapat penugasan khusus.

‎

‎Salah satu aspirasi yang disampaikan masyarakat berasal dari Desa Palu Rejo, Barsel. Dengan jumlah penduduk sekitar 3.000 jiwa, masyarakat berharap tersedia sarana pelayanan kesehatan yang lebih memadai, termasuk fasilitas yang memungkinkan pelayanan rawat inap.

‎“Mereka berharap  ada Puskesmas atau tempat sarana kesehatan yang standarnya bisa rawat inap,” ungkap Purdiono.

‎

‎Menurutnya, pemerataan tenaga kesehatan harus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan dasar di wilayah pedesaan. Pemerintah daerah perlu melihat kebutuhan masing-masing desa agar penempatan tenaga medis tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan.

‎

‎Purdiono berharap aspirasi tersebut dapat ditindaklanjuti pemerintah melalui penguatan fasilitas kesehatan sekaligus penempatan tenaga medis sesuai kebutuhan wilayah. DPRD Kalteng, lanjutnya, akan membawa aspirasi hasil reses tersebut sebagai bahan pengawasan dan perjuangan pembangunan daerah.

‎“Tidak hanya di Barito Timur, Barito Selatan, tapi dalam hal ini Kalteng masih kekurangan tenaga medis,” tegasnya.(sep/*)

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *