PALANGKA RAYA – Upaya pencarian Muhammad Kasfi Rosadi, remaja 14 tahun yang dilaporkan tenggelam di Gosong Pelabuhan Rambang, Kelurahan Pahandut, Palangka Raya, belum membuahkan hasil.
Hingga Minggu (9/8/2026) sore, korban belum ditemukan dan pencarian dihentikan sementara untuk dilanjutkan Senin (10/8/2026) pagi.
Lurah Pahandut Ahmad Reza mengatakan, proses pencarian sepanjang Minggu dilakukan oleh Tim Siaga Kelurahan (TSAKA) Pahandut bersama relawan, RT, RW, serta warga setempat.
Tim menyisir sejumlah titik di sekitar lokasi yang diduga menjadi tempat korban tenggelam.
“Masih pencarian oleh TSAKA Kelurahan Pahandut, relawan, RT, RW dan warga setempat,” ucapnya saat dihubungi Radar Kalteng, Minggu malam.
Namun, hingga pukul 17.00 WIB, penyisiran belum menemukan keberadaan korban.
Dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan, pencarian kemudian dihentikan sementara dan dijadwalkan kembali dimulai pada pukul 07.00 WIB, Senin pagi.
“Pencarian tidak membuahkan hasil, hingga pukul 17.00 WIB dihentikan dan akan dilanjutkan besok pagi pukul 07.00 WIB,” lanjutnya.
Baca juga : Gosong Sungai Kahayan di Pelabuhan Rambang Telan Korban, Remaja 14 Tahun Dilaporkan Tenggelam
Reza menyebut, pencarian lanjutan akan melibatkan Basarnas, Polisi Air dan Udara (Polairud), serta BPBD Kota Palangka Raya.
“Untuk Basarnas, Polisi Airut dan BPBD Kota lanjut besok pagi mulai jam 07.00 pagi,” tambahnya.
Berdasarkan komunikasi pada Minggu sore, tim belum melakukan penyelaman dan TSAKA Kelurahan Pahandut, relawan, RT, RW serta warga setempat masih sebatas menyisir kawasan sekitar lokasi kejadian.
Korban Tenggelam Diketahui Tidak Bisa Berenang
Sementara itu, orang tua korban bersama keluarga masih bertahan di lokasi menunggu kabar mengenai keberadaan Muhammad Kasfi.
“Ya, sesuai informasi di lapangan, bapak dan ibu korban beserta keluarga masih di TKP,” pungkasnya.
Korban sebelumnya dilaporkan tenggelam sekitar pukul 10.40 WIB saat bermain bersama tiga rekannya di kawasan Gosong Pelabuhan Rambang.
Korban yang merupakan warga Kampung Baru itu diduga bermain di tepian meski disebut tidak bisa berenang. Saat teman korban menoleh, korban sudah tidak ditemukan di lokasi.
Hingga pencarian hari pertama dihentikan, keberadaan korban masih menjadi misteri di arus Sungai Kahayan. (ter)






