Gunung Mas

Bupati Bedah Bersama Kekurangan Perayaan HUT Gumas

47
×

Bupati Bedah Bersama Kekurangan Perayaan HUT Gumas

Sebarkan artikel ini
PEMBUBARAN : Bupati Gunung Mas Jaya S Monong didampingi Wakil Bupati Efrensia LP Umbing serta Asisten II selaku Ketua Panitia Hari Jadi ke-24 Gumas Baryen saat memimpin rapat pembubaran panitia di Aula Bapperida setempat, Senin (6/7/2026). FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

KUALA KURUN – Euforia Hari Jadi ke-24 Kabupaten Gunung Mas tahun 2026 telah usai. Namun Pemerintah Kabupaten Gunung Mas tak ingin pesta rakyat itu berlalu tanpa evaluasi. Untuk itu, seluruh panitia dikumpulkan dalam rapat pembubaran di Aula Kantor Bapperida Gumas, Senin (6/7/2026).

Rapat pembubaran panitia itu sebagai ajang “bedah total” pelaksanaan perayaan HUT ke-24 Gumas agar tahun 2027 bisa lebih baik lagi.

Rapat itu dipimpin langsung Bupati Gunung Mas Jaya S Monong didampingi Wakil Bupati Efrensia LP Umbing serta Asisten II selaku Ketua Panitia Hari Jadi ke-24 Gumas Baryen.

Dalam laporannya, Baryen menyebut seluruh rangkaian kegiatan, termasuk Festival Budaya Mihing Manasa (FBMM), berlangsung lancar dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Meski begitu, sejumlah persoalan tetap menjadi catatan.

“Yang menjadi catatan mulai dari kemacetan di sekitar Stadion Mini Kuala Kurun, penataan parkir yang belum maksimal, hingga pengelolaan sampah yang perlu ditingkatkan,” kata Baryen.

Menurut dia, pemerintah telah melakukan berbagai langkah selama kegiatan. Seperti pengalihan parkir ke area luar serta penambahan personel dan jadwal pengangkutan sampah pada malam hari.

Sementara Bupati Jaya S Monong menegaskan, seluruh kekurangan tidak boleh dianggap selesai begitu saja. Tapi harus menjadi bekal untuk penyelenggaraan berikutnya. “Apa yang menjadi kekurangan tahun ini harus menjadi bahan evaluasi sehingga ke depan pelaksanaannya semakin baik,” ujarnya.

Menurut dia, salah satu sorotan utama adalah waktu persiapan yang terlalu mepet sehingga berdampak pada kesiapan anggaran dan pelaksanaan kegiatan.

Bupati mengusulkan agar panitia hari jadi dibentuk sejak Januari. Dengan waktu yang lebih panjang, panitia bisa lebih leluasa mencari sponsor, menyusun layout UMKM, menyiapkan tenda, hingga melengkapi fasilitas pendukung.

Tak hanya soal panggung dan kemeriahan acara, bupati juga menyoroti fasilitas yang sering dianggap sepele. Yakni toilet. Menurutnya, kenyamanan pengunjung, tamu, hingga pelaku UMKM sangat bergantung tersedianya fasilitas umum yang memadai. (nya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *