Feature

Berbagi Rezeki kepada Sesama Juga Peduli Terhadap Alam

176
×

Berbagi Rezeki kepada Sesama Juga Peduli Terhadap Alam

Sebarkan artikel ini
KURBAN : Panitia kurban menyusun tas berbahan purun (tanaman liar sejenis rumput) berisi daging kurban untuk dibagikan kepada masyarakat di halaman Masjid Al Farid Kota Palangka Raya, Kamis (28/5/26). Terlihat seorang anak membawa tas purun berisi daging kurban. FOTO MEDIA CENTER UNTUK RADAR KALTENG

Manfaat Tas Purun pada Iduladha di Palangka Raya

Suasana berbeda tampak saat pembagian daging kurban di Masjid Al Farid, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Palangka Raya, pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah. Jika biasanya daging kurban dibagi menggunakan kantong plastik sekali pakai, tapi tahun ini panitia memilih tas purun sebagai wadah bagi ratusan paket daging yang disalurkan kepada masyarakat.

SITI NUR MARIFA, Palangka Raya

PILIHAN sederhana itu membawa pesan yang lebih besar dari sekadar distribusi daging kurban. Di balik anyaman purun yang khas, tersimpan semangat menjaga lingkungan sekaligus melestarikan kearifan lokal Kalimantan Tengah.

Pada Kamis (28/5/2026), sebanyak 860 paket daging kurban disalurkan kepada warga sekitar masjid, pegawai Pemerintah Kota Palangka Raya, anak-anak stunting, serta masyarakat yang membutuhkan. Daging tersebut berasal dari enam ekor sapi kurban yang dihimpun dari 42 sohibul kurban di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya.

Namun perhatian masyarakat tidak hanya tertuju pada jumlah paket yang dibagikan ke masyarakat. Tas purun yang digunakan sebagai wadah daging kurban turut menjadi simbol perubahan kecil menuju perayaan Iduladha yang lebih ramah lingkungan.

Panitia kurban Masjid Al Farid Hernadi Prabowo mengatakan, penggunaan tas purun merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Wali Kota Palangka Raya tentang pelaksanaan Hari Raya Iduladha tanpa sampah plastik.

“Melalui penggunaan tas purun sebagai wadah daging kurban, diharapkan masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan dengan mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai. Sehingga pelaksanaan Iduladha dapat berlangsung lebih ramah lingkungan sekaligus mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan,” ujarnya.

Purun sendiri merupakan tanaman rawa yang banyak tumbuh di wilayah Kalimantan. Melalui keterampilan para perajin lokal, tanaman tersebut diolah menjadi berbagai produk anyaman yang memiliki nilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

Tas purun yang digunakan dalam pembagian daging kurban tahun ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan produk lokal yang berkelanjutan.

Di tengah meningkatnya persoalan sampah plastik, langkah yang dilakukan Masjid Al Farid menjadi contoh bahwa kegiatan keagamaan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan. Ratusan paket daging yang dibagikan tanpa kantong plastik sekali pakai menjadi bukti bahwa perubahan dapat dimulai dari hal-hal sederhana.

Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini menilai, Iduladha bukan hanya tentang pelaksanaan ibadah kurban, tetapi juga momentum memperkuat nilai-nilai sosial di tengah masyarakat.

“Momentum Iduladha bukan hanya tentang ibadah kurban, tetapi juga tentang memperkuat rasa kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi kepada sesama. Pemerintah Kota Palangka Raya sangat mengapresiasi partisipasi masyarakat yang terus menjaga nilai-nilai gotong royong dan solidaritas sosial,” katanya.

Menurut Achmad Zaini, semangat berbagi yang tumbuh dalam perayaan Iduladha dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk kepedulian terhadap lingkungan. Karena itu, penggunaan tas purun tidak hanya menjadi solusi mengurangi sampah plastik, tetapi juga bagian dari upaya membangun budaya hidup yang lebih berkelanjutan.

Di Masjid Al Farid, semangat tersebut terlihat nyata. Daging kurban sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan. Sementara tas purun yang menyertainya membawa pesan lain yang tak kalah penting: bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan bersama-sama.

Melalui anyaman purun, Iduladha tahun ini menghadirkan makna yang lebih luas. Tidak hanya berbagi rezeki kepada sesama, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap alam. Sebuah langkah kecil yang mengingatkan bahwa ibadah, tradisi, dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan demi masa depan yang lebih baik. (ifa/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *