PeristiwaUtama

Hari Kedua Pencarian, Kakek 78 Tahun Hilang di Hutan Habaring Hurung

119
×

Hari Kedua Pencarian, Kakek 78 Tahun Hilang di Hutan Habaring Hurung

Sebarkan artikel ini
Hari Kedua Pencarian, Kakek 78 Tahun Hilang di Hutan Habaring Hurung.

PALANGKA RAYA – Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap seorang lansia bernama Endang Suarman (78) yang dilaporkan hilang di kawasan hutan Kelurahan Habaring Hurung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Rabu (6/5/2026). Memasuki hari kedua, upaya pencarian difokuskan pada area terakhir korban terlihat sebelum dinyatakan hilang.

Korban, warga Desa Tangkiling, diketahui berpamitan kepada keluarga untuk mencari kayu pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Namun hingga sore hari, ia tidak kembali ke rumah. Keluarga yang mulai khawatir kemudian meminta bantuan warga untuk melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi.

Upaya pencarian oleh warga belum membuahkan hasil. Hingga akhirnya, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada Basarnas pada pukul 21.00 WIB. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan persiapan operasi SAR gabungan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya, AA. Ketut Alit Supartana, mengatakan bahwa operasi hari kedua dimulai sejak pagi hari dengan pelaksanaan briefing dan pembagian tugas tim di lapangan. Seluruh personel diarahkan untuk menyisir area yang telah dipetakan sebelumnya.

“Tim SAR Gabungan telah bergerak sejak pukul 07.00 WIB menuju titik koordinat yang telah ditentukan. Fokus pencarian hari ini adalah memperluas penyisiran di sekitar lokasi terakhir korban terlihat,” ucapnya.

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, mulai dari Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya, Brimob Polda Kalteng, BPBD Kota Palangka Raya, aparat kelurahan setempat, hingga keluarga dan masyarakat sekitar. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat proses pencarian korban.

Koordinator Lapangan Basarnas, Heru Kristianto, menyebutkan bahwa tim dilengkapi dengan berbagai peralatan pendukung, seperti kendaraan rescue, alat navigasi hutan, perangkat komunikasi, peralatan medis, hingga drone thermal untuk membantu pencarian dari udara.

“Jika korban ditemukan, kami akan segera melakukan evakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan penyisiran di tengah kondisi hutan yang cukup lebat. Harapan besar masih disematkan agar korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *