PeristiwaUtama

‎Curah Hujan Tinggi, Dua Kecamatan di Sampit Terendam Genangan

94
×

‎Curah Hujan Tinggi, Dua Kecamatan di Sampit Terendam Genangan

Sebarkan artikel ini
‎Curah Hujan Tinggi, Dua Kecamatan di Sampit Terendam Genangan.




SAMPIT – Kota Sampit kembali dilanda banjir genangan setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah tersebut pada Minggu (3/5/2026) pagi. Dalam waktu sekitar tiga jam, air menggenangi sejumlah ruas jalan, permukiman, hingga fasilitas umum di dua kecamatan.

‎Data Pusdalops BPBD Kotim mencatat curah hujan mencapai 65,7 mm dalam rentang pukul 07.00 hingga 10.00 WIB, berdasarkan pengamatan Stasiun Meteorologi H. Asan Sampit. Kondisi ini memicu munculnya genangan di beberapa titik rawan.

‎Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengungkapkan wilayah terdampak meliputi Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Kecamatan Baamang.

‎“Genangan terjadi di sembilan ruas jalan di Mentawa Baru Ketapang dan lima ruas jalan di Baamang, dengan ketinggian air rata-rata 10 hingga 25 sentimeter,” jelas Multazam.

‎Beberapa titik yang terdampak antara lain Jalan Sampurna, Jalan Jeruk 1, Jalan Pelita, Jalan Soprapto Selatan, hingga Jalan Gunung Kelud dan Jalan Walter Condrad. Panjang genangan bervariasi, mulai dari 10 hingga 100 meter, yang cukup menghambat aktivitas warga.

‎Tak hanya ruas jalan, genangan juga merambah fasilitas umum seperti Kantor Kelurahan Mentawa Baru Hilir, serta sejumlah fasilitas ekonomi berupa delapan ruko milik warga dan satu gedung pertemuan serbaguna.

‎Meski demikian, Multazam memastikan kondisi masih terkendali. Hingga saat ini tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat peristiwa tersebut.

‎“Situasi masih aman, tidak ada korban. Namun kami tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi,” ujarnya.

‎Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kotim telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pemantauan, berkoordinasi dengan masyarakat, serta membantu pengaturan arus lalu lintas di lokasi genangan.

‎Menurut Multazam, salah satu faktor utama terjadinya banjir genangan adalah sistem drainase yang belum berfungsi optimal, sehingga air tidak dapat mengalir dengan cepat saat hujan deras terjadi.

‎“Saat ini, sebagian genangan dilaporkan mulai surut. Namun, beberapa titik seperti di Jalan Pelita masih tergenang air,” ungkapnya.

‎BPBD Kotim memastikan akan terus melakukan pemantauan perkembangan situasi, sekaligus mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati, khususnya saat melintasi jalan yang masih tergenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *