DPRD Barito UtaraPeristiwa

‎Berawal dari Olahraga Sore, Seorang Pemuda di Kotim Berakhir Tragis di Kolam Bekas Galian‎

460
×

‎Berawal dari Olahraga Sore, Seorang Pemuda di Kotim Berakhir Tragis di Kolam Bekas Galian‎

Sebarkan artikel ini
Petugas kepolisian saat memasang garis polisi tempat korban tenggelam di kolam bekas galian di Jalan HM Arsyad KM 31, Desa Bangendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotim, pada Jumat (1/5/2026) sore. FOTO IST/RADAR KALTENG


SAMPIT – Peristiwa tenggelam kembali merenggut nyawa di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kali ini, seorang pemuda berinisial R (19) tewas setelah tenggelam di sebuah kolam bekas galian di Jalan HM Arsyad KM 31, Desa Bangendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Jumat (1/5/2026) sore.

‎Kapolres Kotim, Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasi Humas Polres Kotim, Edy Wiyoko, mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.46 WIB di area bekas galian lama yang sudah tidak digunakan.

‎Berdasarkan keterangan kepolisian, korban awalnya tengah berolahraga sore sebelum masuk ke kawasan bekas galian tersebut. Di lokasi, korban sempat bertemu sejumlah rekannya dan meminta ditunjukkan arah menuju kolam.

‎“Setibanya di kolam, korban sempat mengambil foto dan video. Saat ditanya oleh saksi apakah ingin ikut berenang, korban menjawab tidak. Ketika ditanya kembali apakah bisa berenang, korban hanya tersenyum,” ujar Edy, Sabtu (2/5/2026).

‎Beberapa saat kemudian, teman-teman korban yang berjumlah sekitar tujuh orang tetap melanjutkan aktivitas berenang. Namun, salah satu dari mereka menyadari korban sudah tidak terlihat di permukaan air.

‎Pencarian pun dilakukan secara spontan oleh rekan-rekan korban. Salah satu saksi mengaku sempat melihat korban tercebur di sisi kiri kolam. Upaya penyelaman dilakukan hingga akhirnya tubuh korban berhasil ditemukan di dasar kolam.

‎“Teman korban sempat memberikan pertolongan pertama, namun tidak ada respons. Korban kemudian dibawa ke jalan raya sejauh kurang lebih 300 meter untuk mencari kendaraan menuju puskesmas,” jelasnya.

‎Korban sempat dilarikan menggunakan mobil pikap ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun, setibanya di puskesmas, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

‎Dari hasil pemeriksaan awal, korban diduga tenggelam karena tidak bisa berenang. Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mencatat keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk keperluan visum.

‎Polisi juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di area bekas galian atau lokasi berair yang tidak memiliki pengamanan memadai.

‎“Lokasi seperti bekas galian sangat berbahaya, terutama bagi yang tidak memiliki kemampuan berenang. Kami mengingatkan agar masyarakat lebih waspada,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *