- Sebagian Rumah Rusak dan Hanyut
- Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi
SAMPIT – Hujan yang mengguyur wilayah hulu memicu banjir besar di Desa Sei Ubar Mandiri, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (23/4/2026). Air yang datang dengan cepat merendam permukiman warga hingga menyebabkan sebagian rumah rusak dan hanyut, memaksa puluhan keluarga mengungsi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 10.13 WIB dan langsung bergerak menuju lokasi. Tim tiba sekitar pukul 14.30 WIB dan segera melakukan penanganan hingga operasi selesai pukul 17.01 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengatakan banjir yang terjadi cukup besar dan berdampak luas terhadap masyarakat setempat. “Banjir melanda ratusan rumah warga dan sejumlah fasilitas umum. Bahkan ada rumah yang terdampak cukup parah akibat derasnya arus air,” kata Multazam, Jumat (24/4/2026).
Data sementara mencatat, sekitar 128 kepala keluarga (KK) terdampak dari total 350 KK yang berada di desa tersebut. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai satu meter di beberapa titik.
Rinciannya, di RT 01 terdapat 15 rumah terdampak dengan ketinggian air 20–30 sentimeter, RT 02 sebanyak 23 rumah dengan ketinggian serupa, RT 03 menjadi wilayah terparah dengan 40 rumah terendam hingga satu meter, RT 04 sebanyak 38 rumah terdampak dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter, dan RT 05 terdapat 12 rumah dengan ketinggian air mencapai 30 sentimeter.
Sebagian warga yang terdampak memilih mengungsi ke rumah kerabat atau warga lain yang berada di lokasi lebih aman. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat lumpuh sementara, terutama di wilayah yang terdampak cukup parah.
Dalam penanganan bencana tersebut, BPBD Kotim menurunkan empat personel yang didukung oleh bhabinkamtibmas, pemerintah desa, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Namun proses penanganan sempat terkendala di perjalanan. Kendaraan operasional yang digunakan tim mengalami kerusakan hingga mogok, sehingga harus ditarik saat kembali dari lokasi menuju Sampit.
“Kendala di lapangan pasti ada, termasuk kendaraan yang sempat mogok. Namun itu tidak mengurangi upaya kami untuk tetap memberikan penanganan secepat mungkin kepada masyarakat,” tambah Multazam.
BPBD Kotim mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan di wilayah hulu. (pri/ens)
Data Banjir di Desa Sei Ubar Mandiri:
- Terjadi Kamis (23/4/2026) pukul 14.30 WIB
- Melanda 128 kepala keluarga
- Ketinggian air 20 cm – 100 cm
- RT 01 ada 15 Rumah terdampak
- RT 02 ada 23 rumah terdampak
- RT 03 terparah dengan 40 rumah terendam 1 meter
- RT 04 ada 38 rumah terdampak
- RT 05 terdapat 12 rumah terdampak.












