Feature

Naik Mobil Pemadam Kebakaran dan Foto Bersama Petugas

423
×

Naik Mobil Pemadam Kebakaran dan Foto Bersama Petugas

Sebarkan artikel ini
BERSAMA PETUGAS : Seorang ibu hamil di Sampit saat foto bersama petugas Disdamkarmat Kotim, Selasa siang (21/4/2026). ‎FOTO DAMKAR UNTUK RADAR KALTENG

Kisah Seorang Ibu Hamil di Kotim Mengidam Unik

‎Di tengah rutinitas siaga yang identik dengan sirene meraung dan kepulan asap, suasana Markas Komando Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotawaringin Timur (Kotim) pada Selasa siang (21/4/2026), justru menghadirkan cerita yang berbeda. Bukan tentang api yang harus dipadamkan, melainkan tentang sebuah keinginan sederhana yang datang dari hati seorang ibu.

‎‎SINDY APRIANSYAH, Sampit

‎‎SEKITAR pukul 13.00 WIB, seorang perempuan datang bersama temannya. Langkahnya pelan, wajahnya menyiratkan harap sekaligus sedikit ragu. Ia bukan datang untuk melapor kebakaran atau meminta bantuan penyelamatan. Dengan suara lirih, ia menyampaikan sedang hamil tiga bulan dan tengah mengidam.

‎Namun yang diinginkannya bukanlah makanan atau minuman. Ia ingin merasakan naik mobil pemadam kebakaran, sekaligus berfoto bersama para petugas pemadam kebakaran.

‎Permintaan itu sontak membuat petugas yang berjaga terkejut. Tak biasa, bahkan mungkin terdengar sepele. Tapi di baliknya, tersimpan keinginan tulus yang sulit untuk diabaikan.

“Waktu itu ibu-ibu datang, bilang ingin bertemu dan berfoto dengan petugas. Katanya lagi hamil tiga bulan dan ngidam,” cerita Dimas, salah satu petugas yang menerima kedatangan ibu hamil tersebut.

‎Hari itu, keberuntungan tampaknya berpihak pada sang ibu. Tidak ada laporan kebakaran, tidak ada operasi penyelamatan. Dalam jeda waktu yang jarang terjadi itulah, para petugas memutuskan untuk mengabulkan permintaan tersebut.

‎Tak hanya berfoto, petugas bahkan menawarkan sesuatu yang lebih kepada ibu hamil tersebut yaitu berkeliling menggunakan mobil damkar di sekitar kawasan markas. Tawaran itu disambut cepat, tanpa ragu.

‎Dimas, yang saat itu bertugas sebagai sopir, bersama rekannya Wulan, mengajak sang ibu naik ke kendaraan merah besar yang biasanya melaju dalam situasi genting. Kali ini, kendaraan itu membawa suasana yang jauh berbeda, yakni tanpa sirene, tanpa kepanikan, hanya ada rasa penasaran dan kebahagiaan.

‎Sepanjang perjalanan singkat itu, sang ibu tampak begitu antusias. Senyumnya tak lepas, matanya berbinar. Ia mengaku sejak awal memang ingin merasakan sensasi berada di atas mobil pemadam kebakaran, sesuatu yang selama ini hanya ia lihat dari kejauhan.

“Waktu di dalam mobil, ibu itu cerita memang ingin ikut keliling pakai mobil damkar. Begitu kami tawarkan, langsung disetujui,” ujar Dimas.

‎Usai berkeliling, momen itu ditutup dengan sesi foto bersama para petugas. Jepretan sederhana, namun menyimpan cerita yang tak biasa dimana mengidam yang terwujud di tempat yang tak terduga.

‎Bagi para petugas, pengalaman ini menjadi selingan hangat di tengah pekerjaan yang sering kali penuh tekanan. “Kalau bagi saya ini pengalaman pertama. Tapi kata anggota lain, memang pernah juga ada warga yang minta hal serupa,” ungkap Dimas.

‎Kepala Disdamkarmat Kotim Akhmad Taufik menegaskan, pihaknya selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, selama masih berada dalam koridor tugas dan fungsi. “Selagi masih dalam tupoksi kami, tentu kami berusaha memberikan pelayanan terbaik,” tegasnya.

‎Ia menambahkan, permintaan-permintaan unik dari masyarakat sebenarnya bukan hal baru. Namun justru di situlah sisi humanis dari profesi ini terasa. Di balik tugas berat dan risiko tinggi, ada ruang untuk menghadirkan kebahagiaan kecil bagi warga.

‎Momen itu mungkin berlangsung singkat, hanya beberapa putaran di sekitar markas. Namun bagi sang ibu, pengalaman tersebut bisa jadi akan dikenang seumur hidup sebagai kisah sederhana di masa kehamilan, ketika sebuah keinginan tak biasa justru menemukan jalannya.

‎Dan bagi para petugas damkar, hari itu menjadi pengingat bahwa tugas mereka bukan hanya menyelamatkan dari bahaya, tetapi juga sesekali ikut menjaga kebahagiaan. (pri/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *