PeristiwaUtama

Bau Menyengat Ungkap Kematian Warga Samuda di Sampit

616
×

Bau Menyengat Ungkap Kematian Warga Samuda di Sampit

Sebarkan artikel ini
‎EVAKUASI JENAZAH : Petugas PMI Kotim mengevakuasi jenazah Hamsin di Jalan M Yosef 4, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu malam (15/4/2026). FOTO WARGA UNTUK RADAR KALTENG

‎‎SAMPIT – Penemuan mayat kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Seorang pria bernama Hamsin (46), warga Samuda, ditemukan telah meninggal dunia dalam rumahnya di Jalan M Yosef 4, Kecamatan Baamang, Rabu malam (15/4/2026) dalam kondisi mengenaskan.

‎‎Korban ditemukan terbaring kaku di atas ranjang kamar tidurnya dan diduga telah meninggal dunia lebih dari tiga hari sebelum diketahui warga sekitar. Hamsin diketahui tinggal seorang diri, sehingga tidak ada yang menyadari kepergiannya.

‎Kecurigaan warga bermula saat mencium bau tak sedap yang semakin kuat dari dalam rumah korban. Setelah dicek, warga mendapati jasad Hamsin sudah dalam kondisi membusuk. “Benar, saat ditemukan jenazah sudah mengeluarkan bau dan langsung dievakuasi petugas,” ungkap Irud, warga setempat.

‎Evakuasi dilakukan sekitar pukul 18.51 WIB oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kotim bersama warga dan polisi. Jenazahnya dibawa ke Instalasi Kamar Mayat RSUD dr Murjani Sampit untuk penanganan lebih lanjut.

‎Petugas PMI Kotim Filah menyebutkan, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelumnya. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut. “Diperkirakan sudah sekitar tiga hari. Kata warga korban tinggal sendiri. Jadi tidak ada yang langsung mengetahui,” ujarnya.

‎Petugas dari Polsek Baamang turut melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta meminta keterangan sejumlah warga di sekitar lokasi.

‎Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya. Korban diduga meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Hingga kini, kepolisian masih mendalami guna memastikan penyebab pasti kematiannya. (pri/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *