Sementara Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menyatakan sulit membenarkan serangan tersebut sebagai tindakan membela diri.
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, bahkan menyebut serangan itu ‘tidak dapat diterima’ dan menegaskan Lebanon harus masuk dalam gencatan senjata.
Sebelumnya, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, memperingatkan bahwa serangan ke Lebanon akan membawa ‘konsekuensi nyata dan respons kuat’.
Ia menegaskan tidak ada ruang untuk menyangkal bahwa Lebanon seharusnya menjadi bagian dari kesepakatan gencatan senjata.
AS Minta Israel Menahan Diri
Di tengah situasi ini, pemerintahan AS disebut telah meminta Israel untuk mengurangi intensitas serangan demi menjaga peluang negosiasi.
Namun, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tetap bersikukuh melanjutkan operasi militer, sembari membuka kemungkinan negosiasi langsung dengan Lebanon di masa depan.
Editor: Bayu Putra
Sumber : jawapos.com












