EntertainmentInternationalKalimantan TengahNasional

DiCaprio Soroti Karhutla Kalimantan, Unggah Potret Novita Bertahan dari Api

79
×

DiCaprio Soroti Karhutla Kalimantan, Unggah Potret Novita Bertahan dari Api

Sebarkan artikel ini
ORANG UTAN BERTENGGER : Orangutan betina berusia sekitar 3-4 tahun betina bernama Novita terlihat bertengger di atas pohon di kawasan Katune, Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Palangka Raya, sebelum menjalani proses penyelamatan, Sabtu (26/9/26). FOTO : HUMAS BKSDA KALTENG/RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan kembali mendapat sorotan dunia. Aktor sekaligus aktivis lingkungan Leonardo DiCaprio mengangkat kondisi hutan Borneo yang terbakar sekaligus nasib satwa liar yang kehilangan habitat akibat kobaran api.

Melalui unggahannya di Akun Instagram @leonardodicarpio memperlihatkan potret orangutan yang bertahan di tengah kawasan terbakar. Salah satu kisah penyelamatan yang disorot adalah Novita, orangutan betina berusia sekitar 3-4 tahun yang diselamatkan dari kawasan Katune, Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Kalimantan Tengah.

Potret tersebut memperlihatkan gambaran getir bagaimana satwa liar harus bertahan ketika habitatnya berubah menjadi kawasan yang dilalap api.

DiCaprio menyoroti kebakaran di Borneo dan Sumatra yang disebut telah membakar lebih dari 2 juta acre atau sekitar 800 ribu hektare hutan. Ia juga mengingatkan bahwa perubahan iklim membuat hutan Borneo semakin kering, panas dan rentan terhadap kebakaran.

Leonardo DiCaprio.

Dampaknya bukan hanya dirasakan manusia. Satwa liar yang kehilangan habitat juga harus mencari jalan untuk menyelamatkan diri. Orangutan menjadi salah satu satwa yang paling rentan ketika hutan tempat mereka hidup terbakar.
Novita menjadi salah satu bukti nyata dari kondisi tersebut.

Orangutan yang diselamatkan pada 26 September 2026 itu ditemukan dalam kondisi memprihatinkan setelah berada di kawasan terdampak karhutla. Kedua telapak tangan dan kedua telapak kakinya mengalami luka bakar.

Berdasarkan penilaian awal tim, luka tersebut diduga terjadi ketika Novita melewati tanah atau vegetasi yang masih membara saat berusaha menuju pohon.

Setelah berhasil dievakuasi, Novita mendapatkan penanganan darurat berupa bantuan oksigen dan pemasangan infus. Ia kemudian dibawa ke Pusat Rehabilitasi Orangutan Yayasan BOS di Nyaru Menteng untuk mendapatkan perawatan dan pemantauan medis.

Melalui doorstop kepada awak media Kamis (8/10/26), Kepala BKSDA Kalimantan Tengah Andi Muhammad Kadhafi mengatakan, kondisi Novita masih membutuhkan perhatian serius.

“Setelah berhasil diselamatkan dari lokasi yang terdampak kebakaran, Novita saat ini masih mendapatkan perawatan dan pemantauan intensif di Pusat Rehabilitasi Orangutan Yayasan BOS di Nyaru Menteng,” kata Andi.

Ia mengatakan luka bakar pada tangan dan kaki Novita membutuhkan penanganan secara bertahap. Tim masih memantau perkembangan kondisi orangutan tersebut untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

“Kami tentu berharap Novita dapat melewati masa kritis ini, pulih secara baik dan mendapatkan kualitas perawatan yang terbaik. Namun, proses penyembuhan membutuhkan waktu dan perkembangan kondisinya perlu kami lihat dari hari ke hari,” ujarnya.

Menurut Andi, kasus Novita memperlihatkan bahwa karhutla bukan hanya persoalan yang berdampak terhadap manusia. Ketika habitat terbakar, satwa liar juga menghadapi ancaman langsung terhadap keselamatan dan keberlangsungan hidupnya.

“Kasus Novita juga mengingatkan kita bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak pada manusia, tetapi juga dapat mengancam kehidupan satwa liar dan habitatnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan BOS, Dr Ir Jamartin Sihite, mengatakan Novita diselamatkan dalam kondisi yang kurang baik. Luka bakar pada telapak tangan dan kaki diduga terjadi ketika Novita melewati area terbakar saat berusaha mencapai pohon.

“BOSF bersama teman-teman dari BKSDA menyelamatkan Novita dalam kondisi yang kurang baik. Telapak tangan dan telapak kakinya mengalami luka bakar yang diperkirakan terjadi saat Novita melewati area yang terbakar ketika berusaha menuju pohon,” kata Jamartin.

Saat ini, penanganan luka bakar menjadi fokus utama. Bahkan, kemungkinan amputasi tetap terbuka apabila luka yang dialami Novita mengharuskan tindakan tersebut.

“Jika dalam proses perawatan ditemukan luka bakar yang mengharuskan tindakan amputasi, kami akan melakukan yang terbaik untuk memastikan Novita mendapatkan penanganan yang dibutuhkan,” ujarnya.

Meski demikian, harapan untuk mengembalikan Novita ke alam liar masih terbuka. Setelah luka sembuh dan kondisinya membaik, kemampuan Novita untuk memanjat dan bertahan hidup di habitat alaminya akan dievaluasi.

“Kami masih berharap Novita dapat kembali ke hutan sebagai orangutan liar,” kata Jamartin.

Untuk sementara, belum ada keputusan mengenai pelepasliaran. Fokus tim masih pada perawatan dan pemulihan kondisi Novita.

Sorotan Leonardo DiCaprio terhadap karhutla Borneo akhirnya memperlihatkan sisi lain dari bencana yang selama ini banyak dibicarakan dari sisi asap dan dampaknya terhadap manusia.

Di balik hutan yang terbakar, ada satwa yang kehilangan rumah. Dan Novita adalah salah satu yang berhasil ditemukan hidup-hidup setelah berusaha bertahan dari api. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *