Para siswa itu tersebar di berbagai satuan pendidikan jenjang SMP sederajat di seluruh Indonesia.
Pelaksanaan TKA hari pertama ini dimulai secara serentak pada pukul 07.00 WIB sampai 15.30 WIB dan terbagi dalam 4 sesi.
Sesi pertama diikuti oleh 700.532 peserta, sesi kedua diikuti 675.330 peserta, sesi ketiga diikuti sebanyak 419.391 peserta, dan sesi terakhir diikuti oleh 104.625 peserta.
“Kami bersyukur pelaksanaan TKA hari pertama berjalan dengan baik. Ini adalah hasil kerja bersama banyak pihak, mulai dari sekolah, guru, pengawas, hingga tim teknis di pusat dan daerah,” ujar Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, di Jakarta, Selasa (7/4).
Menurut dia, antusiasme yang tinggi dari sekolah, siswa, dan orang tua ini merupakan sinyal positif. Di mana, transformasi digital dalam evaluasi pendidikan semakin dipahami, diterima, dan dijalankan bersama.
Toni menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan TKA ini, Kemendikdasmen telah menyediakan beragam pilihan sesi pelaksanaan yang dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah.
Dengan pengaturan waktu yang lebih merata, diharapkan seluruh murid dapat mengikuti asesmen dengan rasa aman, nyaman, dan percaya diri.
Bagi peserta yang berhalangan mengikuti TKA pada pelaksanaan saat ini, terutama karena terdampak bencana atau kondisi kahar lainnya, Kemendikdasmen memberikan kesempatan untuk mengikuti TKA susulan.
“Susulan dijadwalkan pada Mei 2025. Sehingga seluruh peserta dipastikan tetap memperoleh hak yang sama dalam mengikuti asesmen,” paparnya.










