Kalimantan TengahPendidikan

Agustiar Yakin UMPR Mampu Bersaing dengan Kampus Besar

41
×

Agustiar Yakin UMPR Mampu Bersaing dengan Kampus Besar

Sebarkan artikel ini
WISUDA UMPR: Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menghadiri Yudisium dan Wisuda Program Pascasarjana XIV, Sarjana XXXVII, dan Diploma XXVI UMPR Tahun 2026 di Swiss-Belhotel Danum, Minggu (11/10/2026). Sebanyak 664 lulusan dari jenjang diploma, sarjana, dan pascasarjana dilepas dalam wisuda yang berlangsung selama dua hari. Agustiar berpesan agar para lulusan terus mengembangkan ilmu dan berkontribusi bagi masyarakat serta pembangunan daerah. IST/RADAR KALTENG

664 Lulusan Ditantang Berkontribusi untuk Daerah

PALANGKA RAYA – Nama besar perguruan tinggi bukan satu-satunya penentu keberhasilan seseorang dalam menempuh pendidikan. Kesungguhan mahasiswa dalam belajar dan kemampuan menerapkan ilmu justru menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan di masyarakat.

Hal itu ditegaskan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran saat menghadiri Yudisium dan Wisuda Program Pascasarjana XIV, Sarjana XXXVII, dan Diploma XXVI Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) Tahun 2026 di Swiss-Belhotel Danum, Minggu (11/10/2026).

Agustiar yang juga menempuh pendidikan Magister Administrasi Publik di UMPR meyakini kampus tersebut mampu bersaing dengan perguruan tinggi besar lainnya.

Menurutnya, kualitas pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh nama besar institusi, tetapi juga niat dan kemampuan mahasiswa dalam menjalani proses perkuliahan.

“Saya sendiri yakin UMPR ini akan bagus juga, tidak kalah dengan kampus-kampus besar. Menurut saya, bukan pada kampusnya, tetapi bagaimana niat seseorang yang mau kuliah,” ucapnya.

Pengalaman menjalani pendidikan magister selama sekitar dua hingga tiga tahun di UMPR turut membentuk pandangannya terhadap perguruan tinggi tersebut.

Di tengah tanggung jawab sebagai kepala daerah, Agustiar menilai kesungguhan dalam belajar menjadi faktor penting untuk menyerap ilmu dan mengembangkan kemampuan diri.

“Menurut saya, hal itu bukan tempatnya, tetapi bagaimana kemampuan anaknya. Tergantung dengan anaknya,” katanya.

Di hadapan para lulusan, Agustiar juga berpesan agar gelar akademik tidak menjadi akhir dari proses belajar. Sebaliknya, ilmu yang diperoleh selama kuliah harus terus dikembangkan dan dimanfaatkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah.

“Lulusan harus bisa memberikan manfaat bagi orang banyak. Ilmu yang didapatkan selama kuliah harus terus dikembangkan dan menjadi bekal dalam menghadapi dinamika kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.

Dalam wisuda yang digelar selama dua hari, UMPR melepas 664 lulusan, terdiri dari 118 lulusan diploma, 375 sarjana, dan 171 pascasarjana. Sebanyak 331 lulusan mengikuti prosesi pada hari pertama, Minggu (11/10/2026), sedangkan 333 lulusan lainnya dijadwalkan menjalani wisuda pada Senin (12/10/2026).

Agustiar menilai perkembangan UMPR dalam bidang akademik dan penyediaan fasilitas menunjukkan kemajuan positif, dengan belasan ribu mahasiswa aktif yang menempuh pendidikan pada lebih dari 40 program studi. UMPR juga memiliki tiga kampus utama di Kota Palangka Raya serta kampus yang tersebar di sejumlah kabupaten di Kalteng.

Selain kemampuan akademik, Agustiar mengingatkan pentingnya penguatan karakter dalam kehidupan bermasyarakat. Para lulusan diharapkan mampu menjaga adab, bersikap bijaksana, dan tidak mudah tersinggung ketika berinteraksi dengan orang lain.

Ia juga meminta wisudawan berani menghadapi tantangan, terus meningkatkan kapasitas diri, serta menjadikan kegagalan sebagai bagian dari proses menuju keberhasilan. Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi tidak terlepas dari dukungan orang tua, dosen, dan seluruh sivitas akademika.

Sementara itu, Rektor UMPR Assoc. Prof. Dr. Muhamad Yusuf, S.Sos., M.A.P., menekankan bahwa lulusan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk ikut menyelesaikan persoalan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan pemikiran terbuka. “Persoalan sosial harus dipandang sebagai tantangan yang perlu dipahami dan dicarikan solusi, bukan dihindari,” katanya.

Ia juga menilai sikap toleran, kemampuan beradaptasi, serta pemahaman politik penting untuk membentuk lulusan yang mampu berpikir kritis dan berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.

Yusuf turut menyoroti pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia sesuai kebutuhan pembangunan. Salah satu contohnya ialah program Pemerintah Kabupaten Sukamara yang menyediakan lima beasiswa pendidikan kedokteran setiap tahun hingga penerima menyelesaikan studinya.

Ia mengapresiasi kepercayaan orang tua kepada UMPR dan berharap para lulusan tetap menjalin hubungan dengan almamater serta mengambil peran dalam memajukan masyarakat. Berdiri sejak 24 September 1987, UMPR berkomitmen terus bertransformasi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mendukung pembangunan Kalimantan Tengah. (ter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *