Kesehatan

3 Nutrisi yang Terbukti Membantu Memperlambat Proses Penuaan Pada Lansia, Menurut Ilmuwan

305
×

3 Nutrisi yang Terbukti Membantu Memperlambat Proses Penuaan Pada Lansia, Menurut Ilmuwan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi nutrisi yang terbukti membantu memperlambat proses penuaan pada lansia, menurut ilmuwan (freepik/ gpointstudio)

Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia mengalami berbagai perubahan, mulai dari penurunan massa otot hingga meningkatnya risiko kerusakan sel. Kondisi ini merupakan bagian dari proses penuaan yang terjadi secara alami.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa asupan nutrisi tertentu dapat membantu memperlambat beberapa efek penuaan tersebut.

Nutrisi ini berperan penting dalam melindungi sel dari kerusakan, menjaga kekuatan dan elastisitas otot, serta mendukung fungsi otak.

Dengan memperhatikan jenis nutrisi yang dikonsumsi, lansia dapat mempertahankan kebugaran, kesehatan fisik, dan kualitas hidup yang lebih baik seiring bertambahnya usia.

Dilansir dari laman RBC Ukraine pada Jumat (13/3), berikut merupakan 3 nutrisi yang terbukti membantu memperlambat proses penuaan pada lansia, menurut ilmuwan.

1. Antioksidan

Antioksidan berfungsi untuk melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh stres oksidatif dan peradangan. Kedua proses ini diketahui dapat mempercepat penuaan pada sel.

Stres oksidatif terjadi ketika jumlah radikal bebas dalam tubuh lebih banyak daripada kemampuan tubuh untuk menetralkannya.

Antioksidan membantu menyeimbangkan kondisi ini dengan menetralkan radikal bebas sehingga kerusakan sel dapat dikurangi.

Sumber antioksidan dapat ditemukan pada berbagai makanan alami, terutama buah dan sayuran yang berwarna cerah, serta makanan yang kaya akan vitamin A dan vitamin C.

Salah satunya adalah anggur muscadine, yang memiliki kandungan polifenol yang tinggi.

Senyawa polifenol ini diketahui dapat membantu meningkatkan elastisitas kulit serta mendukung tubuh dalam melawan proses peradangan, sehingga secara tidak langsung membantu memperlambat tanda-tanda penuaan.

2. Protein

Protein memiliki peran yang sangat penting dalam berbagai fungsi tubuh, terutama dalam perbaikan jaringan, pembentukan dan pemeliharaan otot, serta mendukung sistem kekebalan tubuh.

Ketika seseorang memasuki usia sekitar 40 tahun, tubuh mulai mengalami perubahan dalam cara memanfaatkan protein.

Tubuh menjadi kurang efisien dalam menggunakan protein untuk memperbaiki dan mempertahankan jaringan otot. Akibatnya, massa otot dapat berkurang secara bertahap.

Proses penurunan massa otot ini dikenal dengan istilah sarkopenia, yang dapat menyebabkan tubuh menjadi lebih lemah dan mengurangi kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas fisik.

Oleh karena itu, para ahli menyarankan agar kebutuhan protein harian tetap terpenuhi.

Jumlah yang direkomendasikan adalah sekitar 1 hingga 1,2 gram protein untuk setiap kilogram berat badan per hari, dan sebaiknya dikonsumsi secara merata pada setiap waktu makan agar tubuh dapat memanfaatkannya dengan lebih efektif.

3. Kreatin

Kreatin merupakan senyawa yang termasuk dalam kelompok asam amino dan secara alami terdapat di dalam otot.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *