Utama

Jangan Menyajikan Menu MBG Produk Pabrik

418
×

Jangan Menyajikan Menu MBG Produk Pabrik

Sebarkan artikel ini
MENINJAU : Kepala Korwil BGN Kota Palangka Raya Analistra Susedia Putri saat kunjungan ke SPPG Polresta Palangka Raya, baru-baru ini. FOTO HUMAS KORWIL BGN UNTUK RADAR KALTENG

Instruksi BGN kepada SPPG di Palangka Raya

PALANGKA RAYA – Kepala Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Palangka Raya Analistra Susedia Putri menanggapi kritik anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya Khemal Nasery terkait menu makan bergizi gratis (MBG). Dalam kritiknya, Khemal bahkan mengutuk keras menu dalam program MBG itu yang dinilai tidak memenuhi standar gizi anak.

Analistra menegaskan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Palangka Raya untuk menyajikan menu berbahan non ultra processed food (UPF) atau bukan produk pabrik.

“Kami sudah menyampaikan kepada seluruh SPPG di Kota Palangka Raya agar menggunakan menu non-UPF, artinya bukan produk pabrik,” ujar Analistra kepada Radar Kalteng, Sabtu (7/3/2026).

Dia menjelaskan, penyusunan menu MBG tetap mengedepankan nilai gizi, kualitas bahan makanan, serta keamanan pangan bagi para penerima manfaat, khususnya anak-anak yang menjadi sasaran program tersebut.

Menurut dia, selama bulan Ramadan, pihaknya juga menerima banyak masukan dari penerima manfaat terkait variasi menu agar tidak hanya didominasi makanan kering.

“Kami juga mendengar banyak permintaan menu dari beberapa penerima manfaat supaya mereka tidak bosan dengan menu kering selama bulan Ramadan. Namun tentunya kami tetap mengedepankan nilai gizi dan kualitas bahan makanan agar mutu serta keamanannya tetap terjamin,” jelasnya.

Terkait sorotan mengenai menu seperti keripik atau peyek yang disebut-sebut sering muncul dalam paket MBG, Analistra menegaskan, makanan tersebut tidak disajikan setiap hari.

“Menu keripik atau peyek itu tidak setiap hari. Kalau terlihat seperti setiap hari, kemungkinan itu berasal dari SPPG yang berbeda. Penerima manfaatnya pun berbeda,” katanya.

Dia menambahkan, distribusi MBG di Palangka Raya melibatkan beberapa SPPG yang memiliki jadwal serta variasi menu masing-masing, sehingga tampilan menu yang beredar di masyarakat belum tentu berasal dari satu sumber yang sama.

Meski demikian, BGN Palangka Raya tetap membuka ruang evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG agar ke depan penyajian menu dapat semakin seimbang, terutama dalam pemenuhan unsur sayur, protein, dan serat yang dibutuhkan anak pada masa pertumbuhan.

“Kami tentu menerima masukan dari berbagai pihak sebagai bahan evaluasi. Tujuan utama program MBG adalah memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik,” pungkasnya. (ifa/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *