PALANGKA RAYA – Dorongan terhadap peningkatan literasi di Kalimantan Tengah semakin menguat setelah Gerakan Baca dan Belajar Nasional mulai diterapkan di sejumlah sekolah di Provinsi Kalimantan Tengah. Program ini telah menerima tanggapan positif dari berbagai pihak, khususnya di lingkungan satuan pendidikan.
Legislator DPRD Kalimantan Tengah, Yeni Maria Marselina Kahta menyatakan bahwa respon yang cepat dari sekolah-sekolah menunjukkan kesiapan dunia pendidikan di Kalteng dalam mendukung gerakan nasional tersebut.
“Respon cepat sekolah-sekolah menunjukkan bahwa dunia pendidikan di Kalteng memiliki kesiapan yang baik dalam mendukung gerakan nasional tersebut,” ucapnya, Senin (9/3/2026).
Ia menilai, antusiasme para pendidik dan siswa merupakan modal penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah. Oleh sebab itu, program literasi tidak hanya fokus pada peningkatan kemampuan membaca, tetapi juga mendorong siswa untuk lebih aktif mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif.
“Sejumlah sekolah mulai mengintegrasikan kegiatan membaca ke dalam kurikulum harian. Bahkan beberapa telah mengembangkan sudut literasi dan ruang baca alternatif yang dibuat secara mandiri oleh komunitas sekolah,” jelasnya.
Yeni menilai, kreativitas dan dukungan tersebut sebagai bukti nyata bahwa program literasi tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi sudah berkembang menjadi budaya belajar baru bagi siswa. Ia berharap hal ini terus diperkuat sehingga memberikan dampak jangka panjang.
“Kita mengapresiasi dengan langkah-langkah yang dilakukan pihak sekolah dalam mengembangkan perpustakaan digital berbasis aplikasi. Inovasi seperti itu semakin mempermudah akses belajar siswa,” ungkapnya.
Lebih dari itu, Yeni berharap, gerakan literasi tidak bersifat sementara, tetapi menjadi program jangka panjang yang terus diperkuat setiap tahun. Ia menegaskan perlunya konsistensi agar hasil yang dicapai benar-benar signifikan.
“DPRD Kalteng akan terus mendorong agar kebijakan literasi diperkuat melalui dukungan anggaran dan program lanjutan. Namun begitu, kolaborasi pemerintah, sekolah, guru, dan masyarakat terus ditingkatkan sejalan dengan visi pembangunan pendidikan nasional,” pungkasnya. (rdi)
Dewan Harap Gerakan Literasi Jadi Program Jangka Panjang












