PALANGKA RAYA – Meningkatnya aktivitas jual beli selama bulan Ramadan 1447 Hijriah di Kota Palangka Raya berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan kebersihan yang optimal. Hal ini mendapat perhatian dari Sekretaris Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya Rana Muthia Oktari.
Tana Muthia menegaskan, aspek kebersihan pada pelaksanaan Pasar Ramadan tidak hanya menyangkut kenyamanan pengunjung saja. Tapi juga berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat.
Menurut Rana Muthia Oktari, Pasar Ramadan merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi yang setiap tahun selalu dipadati masyarakat. Terutama menjelang waktu berbuka puasa. Kondisi tersebut, apabila tidak disertai pengawasan ketat, berisiko memicu penumpukan sampah serta potensi penyebaran penyakit akibat sanitasi yang kurang terjaga.
Ia menilai, pengelolaan sampah dan pengawasan terhadap kebersihan makanan harus dilakukan secara maksimal. Instansi terkait diminta rutin melakukan pemantauan di lapangan. Termasuk memastikan tersedianya fasilitas tempat sampah yang memadai serta sistem pengangkutan sampah yang berjalan secara berkala selama kegiatan berlangsung.
Selain persoalan sampah, Rana juga menyoroti pentingnya higienitas makanan dan minuman yang dijual para pedagang. Proses pengolahan, penyimpanan, hingga penyajian harus memenuhi standar kebersihan agar tidak membahayakan konsumen.
“Pedagang juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kesehatan konsumen. Kebersihan lapak, peralatan, hingga bahan makanan harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.
Ia berharap, dengan adanya kesadaran bersama antara pedagang, pengelola, dan pemerintah daerah, Pasar Ramadan tahun ini dapat berlangsung tertib, bersih, dan aman bagi masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ekonomi tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek kesehatan publik. (ifa/ens)












