PALANGKA RAYA – Aksi pencurian burung kicau meresahkan para pecinta burung di Kota Palangka Raya. Kali ini, seorang korban bernama Bekti (33) harus merelakan burung murai kesayangannya yang digondol maling saat ditinggal beribadah salat Jumat (27/2/2026). Pelakunya diduga pasangan suami istri (pasutri).
Peristiwa yang terjadi di Jalan Temanggung Tilung tersebut bermula ketika Bekti menggantungkan sangkar burungnya (menjemur) di teras toko sebelum berangkat ke masjid. Namun dia dikejutkan saat mendapati gantungan burung tersebut sudah kosong.
“Pas pulang Jumatan, burung sudah tidak ada. Saya tanya istri juga tidak tahu. Setelah saya cek rekaman CCTV, ternyata benar ada orang yang mengambilnya,” ungkapnya, Sabtu (28/2/2026).
Merasa geram, aksi yang terekam CCTV itu diunggah dan dibagikan ke grup komunitas jual beli burung untuk mencari identitas pelaku. Tak disangka, unggahan tersebut mengungkap fakta bahwa beberapa rekan sesama Komunitas Kicau Mania juga mengalami nasib serupa baru-baru ini. Bahkan, pelaku terlihat mengajak istrinya saat melakukan aksi di lokasi berbeda.
“Kalau di lokasi lain, infonya pelaku beraksi bareng istrinya. Di sana mereka mengambil burung jenis kacer. Sementara punya saya jenis murai,” lanjut Bekti.
Meski kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 1.250.000, Bekti mengaku lebih merasa sedih karena kedekatan emosional dengan hewan peliharaannya. “Nilainya mungkin segitu, tapi nyeseknya itu karena kita sudah sayang dan merawatnya dari lama,” ungkapnya.
Lantaran khawatir aksi ini terus berlanjut dan memakan korban lain, Bekti memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke polisi. Ia berharap pihak berwajib dapat segera meringkus pelaku agar memberikan efek jera.
“Harapannya semoga cepat ketemu pelakunya dengan bantuan Polsek Pahandut. Jangan sampai ada korban lain. Kasihan teman-teman Kicau Mania. Apalagi kalau yang hilang burung yang harganya jauh lebih mahal,” pungkasnya. (ter/ens)












