Malam yang mestinya ditutup dengan rutinitas biasa justru berubah jadi mimpi buruk bagi Ernesta (18), barista di Dr. Coffee. Motor Yamaha XSR 155 atau yang kerap disebut XSR 150 itu baru sebulan ia miliki raib digondol maling saat kafe tutup, Sabtu dini hari (28/2/2026). Rekaman kamera pengawas memperlihatkan detik-detik hilangnya motor kesayangan itu.
RICKY THEODORUS, Palangka Raya
Peristiwa terjadi sekitar pukul 00.00 WIB lewat 4 detik. Saat itu suasana kafe di Jalan Christophel Mihing, Palangka Raya, sudah lengang. Di dalam, para staf fokus menuntaskan pekerjaan penutup hari, menghitung pendapatan, mencuci peralatan, dan membersihkan ruangan.
Ernesta mengaku tak menyangka kejadian itu berlangsung begitu cepat. Ia dan rekan-rekannya berada di dalam, sementara motor diparkir di area depan yang tak lagi terlihat jelas karena rolling door sudah setengah tertutup. “Di luar sepi, kami di dalam sibuk closing. Nggak ada yang sadar motor sudah dibawa,” jelasnya dengan nada pelan.
Rekaman CCTV memperlihatkan seorang pria berpakaian putih dan mengenakan topi datang. Dalam hitungan detik, motor Ernesta sudah berpindah tangan. Menurutnya, bobot XSR 155 yang cukup berat membuat ia yakin pelaku lebih dari satu orang. “Nggak mungkin didorong sendirian,” katanya.
Bagi Ernesta, kehilangan ini bukan sekadar kehilangan kendaraan. Motor senilai sekitar Rp 40 juta itu adalah impian yang ia tunggu selama enam tahun. Baru satu bulan dipakai, kini hanya tersisa rekaman kamera dan rasa kecewa. “Saya cuma berharap cepat ketemu. Itu motor yang saya tunggu lama sekali,” ungkapnya.
Ia memastikan pelaku bukan pelanggan tetap kafe dan tidak ada wajah yang dikenali dari rekaman. Kejadian itu membuatnya lebih waspada, sekaligus menyadarkan pentingnya keamanan parkir di area usaha yang tetap buka hingga larut malam.
Kasus pencurian ini telah dilaporkan ke Polsek Pahandut. Ernesta kini hanya bisa menunggu proses penyelidikan berjalan sambil berharap motornya kembali. Di tengah hiruk pikuk kota yang tak pernah benar-benar tidur, kisahnya jadi pengingat sederhana, kadang kehilangan datang justru saat semua terasa aman.












