DPRD Palangka Raya

Pasar Ramadan Dorong UMKM Mandiri

180
×

Pasar Ramadan Dorong UMKM Mandiri

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Komisi II DPRD Palangka Raya Sumadi.

PALANGKA RAYA – Keberadaan Pasar Ramadan di berbagai titik dalam Kota Palangka Raya dinilai tidak cukup hanya menjadi agenda musiman tahunan. Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya Sumadi menekankan pentingnya menjadikan momentum tersebut sebagai pijakan penguatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) secara berkelanjutan.

Menurut Sumadi, Pasar Ramadan memang terbukti mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dalam jangka pendek. Namun yang lebih penting adalah bagaimana geliat usaha yang tumbuh selama bulan suci dapat terus bertahan dan berkembang setelah Ramadan usai.

“Ini bukan sekadar kegiatan tahunan. Harus ada strategi agar pelaku UMKM yang ikut Pasar Ramadan bisa naik kelas, baik dari sisi kualitas produk, kemasan, maupun pelayanan,” kata Sumadi, baru-baru ini.

Dia menjelaskan, Komisi II DPRD Palangka Raya yang membidangi sektor perekonomian dan keuangan daerah mendorong adanya pola pembinaan yang lebih terarah. Pendampingan tidak hanya dilakukan menjelang Ramadan saja. Tapi juga secara berkesinambungan. Termasuk dalam hal manajemen usaha dan akses permodalan.

Sumadi juga menyoroti pentingnya inovasi produk agar pelaku usaha tidak hanya mengandalkan menu atau komoditas musiman. Dengan inovasi dan strategi pemasaran yang tepat, UMKM dapat memperluas pasar di luar momentum Ramadan.

Selain itu, ia berharap pemerintah daerah dapat memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perbankan dan komunitas bisnis, guna membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.

“Kalau dikelola dengan baik, Pasar Ramadan bisa menjadi laboratorium bisnis bagi UMKM. Dari sana mereka belajar, berkembang, lalu mampu bersaing secara mandiri di pasar yang lebih luas,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberlanjutan program ekonomi kerakyatan menjadi kunci agar dampak positif Pasar Ramadan tidak berhenti sebagai euforia sesaat, melainkan menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif di Kota Palangka Raya. (ifa/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *