Feature

Satu Kali Jepret Rp 50 Ribu, Langsung Dapat Foto 8R

705
×

Satu Kali Jepret Rp 50 Ribu, Langsung Dapat Foto 8R

Sebarkan artikel ini
PHOTO BOOTH: Salah satu peserta peragaan manasik haji, Yui Shaqueena Syarif, saat berpose di photo booth miniatur unta, Sabtu (14/2/2026) lalu. FOTO WARGA UNTUK RADAR KALTENG

Miniatur Unta Jadi Primadona Manasik Anak TK di Sanaman Mantikei

Suasana Stadion Sanaman Mantikei tampak semarak sejak pagi, Sabtu (14/2/2026) lalu. Ribuan anak taman kanak-kanak (TK) se-Kota Palangka Raya mengikuti peragaan manasik haji dengan penuh antusias. Di antara rangkaian prosesi yang sarat nilai edukasi religi itu, ada satu sudut yang tak pernah sepi pengunjung. Yaitu photo booth miniatur unta.

SITI NUR MARIFA, Palangka Raya

DUA miniatur unta berwarna cokelat dengan ornamen khas Timur Tengah berdiri kokoh di salah satu sisi arena. Anak-anak yang baru saja menyelesaikan rangkaian manasik, mulai dari mengenakan kain ihram hingga simulasi tawaf dan sa’i, tampak berbaris rapi menunggu giliran naik ke atas “unta”.

Wajah-wajah polos itu terlihat semringah. Beberapa anak menggenggam erat kain ihramnya. Sebagian lagi memegang tas kecil atau botol air zam-zam replika. Saat duduk di atas miniatur unta, mereka spontan tersenyum lebar. Bahkan ada yang melambaikan tangan ke arah orang tuanya.

“Lihat sini ya, senyum… satu, dua, tiga!” ucap Ahmad Rezali (25), salah satu fotografer yang bertugas di stand tersebut.

Reza menjelaskan, dalam satu stand terdapat dua miniatur unta dan empat orang petugas. Dua orang bertugas sebagai fotografer. Sementara dua lainnya membantu menaikkan dan menurunkan anak-anak dari miniatur unta serta mengatur antrean.

“Untuk satu kali foto, tarifnya Rp 50 ribu. Sudah termasuk cetak ukuran 8R dan langsung jadi,” kata Reza saat ditemui di sela-sela kesibukannya.

Menurut dia, layanan cetak dilakukan secara langsung melalui sistem kerja sama dengan tim percetakan di stand sebelah. Setelah foto diambil, hasilnya segera diproses dan dicetak, lalu diantar kembali ke lokasi unta untuk diserahkan kepada orang tua.

“Jadi kami foto di sini, cetaknya di sebelah karena mereka ada alat cetak. Nanti ada yang ambil hasilnya ke sana,” jelasnya.

Miniatur unta ini bukan sekadar properti foto biasa. Sejak pertama kali dihadirkan sekitar tahun 2020-an, ornamen tersebut didatangkan dari luar Kalimantan Tengah dan selalu menjadi daya tarik utama setiap kegiatan manasik haji anak.

“Pameran ini setahun sekali tampilnya. Pas ada manasik saja. Minatnya kebanyakan meningkat tiap tahun. Soalnya anak-anak ramai ikut manasik. Apalagi ada untanya ini,” ujarnya.

Tahun lalu, stand serupa juga hadir dalam manasik haji dan mampu meraup omzet sekitar Rp 5 juta. Untuk tahun ini, Reza memperkirakan hasilnya tidak akan jauh berbeda, meski lokasi stand berada di bagian ujung arena.

“Kalau rame biasanya yang dekat pintu masuk. Kami di ujung, jadi ya sekitar segituan lah. Bisa kurang juga,” katanya sambil tersenyum.

Bagi para orang tua, keberadaan miniatur unta ini menjadi pelengkap momen berharga. Tak sedikit yang rela antre demi mengabadikan anaknya dalam balutan busana ihram dengan latar unta ikon kuat perjalanan ibadah haji.

Beberapa orang tua tampak sibuk merapikan kerudung putrinya atau membenarkan posisi kain ihram putranya sebelum difoto. Ada pula yang mengabadikan momen tersebut dengan ponsel pribadi sambil menunggu hasil cetakan resmi.

Di tengah terik matahari dan riuhnya suara anak-anak, sudut miniatur unta menjadi ruang kecil penuh tawa. Bukan sekadar wahana foto, tapi juga simbol pengalaman pertama anak-anak mengenal ibadah haji dengan cara yang menyenangkan.

Satu per satu foto tercetak, diserahkan dalam keadaan masih hangat dari mesin cetak. Di atas kertas ukuran 8R itu, terekam senyum tulus dan mata berbinar, kenangan manasik pertama yang mungkin akan disimpan hingga mereka dewasa nanti. (ifa/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *