PeristiwaUtama

Longsor di Bantaran Sungai Kahayan Buat Aktifitas Warga Lumpuh Total, Belasan KK Terisolasi

432
×

Longsor di Bantaran Sungai Kahayan Buat Aktifitas Warga Lumpuh Total, Belasan KK Terisolasi

Sebarkan artikel ini
Kondisi bantaran Sungai Kahayan yang mengalami longsor.

PALANGKA RAYA – Hujan deras yang mengguyur Kota Palangka Raya nyaris tanpa jeda sepanjang Jumat (30/1/26) berubah menjadi ancaman serius bagi warga bantaran Sungai Kahayan.

Di Gang Datah Rami, Jalan Flamboyan Bawah, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, tanah bantaran sungai longsor hingga merobohkan jembatan papan yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas warga.

Ambruknya jembatan membuat akses keluar-masuk permukiman bantaran sungai terputus total. Padahal sebelumnya, kondisi jembatan sudah menunjukkan tanda-tanda bahaya. Sejak Jumat sore, struktur jembatan dilaporkan miring akibat tanah penyangga di bawahnya mulai ambles. Namun, pergerakan tanah tak berhenti dan puncaknya terjadi pada malam hari saat jembatan runtuh sepenuhnya.

Sedikitnya 10 kepala keluarga (KK) terdampak langsung akibat putusnya akses tersebut. Jika dihitung bersama warga yang bermukim di rumah-rumah lanting di sekitar lokasi, total warga terdampak diperkirakan mencapai sekitar 15 KK.

Menindaklanjuti kejadian itu, pihak Kelurahan Langkai bersama BPBD Kota Palangka Raya turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan awal pada Sabtu (31/1/26) sekitar pukul 10.40 WIB.

Manajer Pusdalops-PB BPBD Kota Palangka Raya, Balap, mengungkapkan bahwa tanda-tanda kerawanan sebenarnya sudah terlihat sejak Jumat sore, namun laporan resmi baru diterima keesokan paginya.

“Setelah hujan lebat sejak siang, sore harinya hujan kembali turun cukup deras. Saat itu sudah terlihat tanah bantaran sungai mulai retak,” jelasnya.

Hasil pengecekan sementara BPBD menemukan dua titik longsoran di lokasi kejadian. Panjang jembatan yang ambruk diperkirakan mencapai 25 meter, sementara total area bantaran sungai yang terdampak longsor mencapai sekitar 130 meter.

“Langkah awal kami adalah menyusun laporan dan melakukan kaji cepat. Selanjutnya akan kami sampaikan ke instansi terkait melalui unsur pimpinan untuk menentukan penanganan lanjutan,” kata Balap.

BPBD juga mengimbau warga yang tinggal di bantaran Sungai Kahayan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan longsor susulan.

Kondisi tanah yang masih labil ditambah cuaca yang belum stabil dinilai berpotensi menimbulkan risiko lanjutan.

“Jika warga merasa kondisi sudah tidak aman, sebaiknya segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” imbaunya.

Sementara itu, Camat Pahandut Said Zain Bachsin menyatakan pihak kecamatan akan membahas opsi penyediaan jalur alternatif sementara agar aktivitas warga tidak lumpuh total.

“Kami masih berkoordinasi dengan BPBD, kelurahan, RT, dan warga setempat untuk mencari solusi terbaik, termasuk kemungkinan jalur sementara,” pungkasnya. (ifa/rdo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *