Salurkan Energi Anak Muda ke Arah Positif
Dari panggung amatir, mengajarkan generasi muda meluapkan emosi menggebu-gebu melalui ajang combat sport yang diprakarsai Tumbuk Hatampar Promotions bertajuk Street War atau pertarungan jalanan. Kegiatan itu dilaksanakan di Aula Olahraga Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Palangka Raya, Sabtu (24/1/2026) lalu.
RICKY THEODORUS, Palangka Raya
AULA Olahraga Disparbudpora Kota Palangka Raya menjadi saksi pecahnya gemuruh para pendukung serta penonton yang menyaksikan panasnya luapan semangat 32 fighter atau petarung muda. Mereka berkompetisi untuk membuktikan diri di ajang combat sport yang saat ini sedang ramai dan diminati, khususnya di Kota Palangka Raya.
Tidak semata hanya asal baku hantam. Ini merupakan wadah resmi bagi para anak muda untuk menyalurkan energi besar mereka ke arah yang lebih positif. Memang olahraga yang terbilang ekstrem. Tapi ini menjadi wadah anak-anak muda bisa melampiaskan emosinya di tempat yang benar. Tentu dengan aturan, pembinaan, dan jenjang karier yang jelas.
Promotor Tumbuk Hatampar Nauval Sukarna Durasid menjelaskan, street war ini merupakan bagian dari pengembangan Combat Sport di Kalimantan Tengah. Sampai saat ini, tumbuk hatampar telah melaksanakan empat agenda, yang terdiri dari satu liga besar Tumbuk Hatampar Championship dan liga kecil street war yang kini memasuki volume ketiga. “Sementara Tumbuk Hatampar Championship baru volume 1. Rencananya pertengahan tahun akan ada volume 2,” terang Nauval.
Dia menilai, tidak sedikit anak muda terjerumus ke hal-hal negatif karena banyaknya energi dan waktu luang yang tidak tersalurkan. Street war menjadi jawabannya. Dengan mengusung tema stop narkoba dan stop tawuran sebagai pesan utama bagi generasi muda. “Usia muda itu energinya besar. Kalau tidak dihabiskan di tempat yang benar, bisa lari ke narkoba atau perkelahian liar. Di sini kami sediakan wadah resmi, ada aturan dan jenjang karier,” tegas Nauval.
Tumbuk hatampar sendiri diselenggarakan sesuai standar keamanan yang telah disetujui badan pengesah, yakni Asosiasi Olahraga Kombat Indonesia (AOKI). “Kami menyiapkan semuanya secara proper, baik dari sisi keamanan maupun medis. Aturan pertandingan juga sudah disetujui AOKI, termasuk batasan dan toleransi serangan,” ungkap Ketua AOKI Kalteng Leo Adano.
Dari sini, publik juga dapat melihat secara langsung maupun melalui sosial media bahwa generasi muda Kalteng sehat dan tangguh. Dari sini juga terbuka jenjang karier di dunia Combat Sport.
“Kami sudah membawa beberapa petarung menghadapi lawan internasional. Bahkan salah satu fighter kita pernah menang di ajang bergengsi di Malaysia. Ini bukti atlet kita kompetitif,” jelasnya dengan bangga, karena yang bersangkutan juga hadir menyaksikan jalannya pertandingan.
Melalui ajang street war dan tumbuk hatampar, kiranya diharapkan lahir atlet-atlet berbakat dan berdedikasi yang mampu membawa nama Kalteng dan Indonesia ke level internasional. (ter/ens)












