Hukum KriminalUtama

Aksi Maling Terekam CCTV, Beras 20 Kg hingga Kamera Apotek Digondol

387
×

Aksi Maling Terekam CCTV, Beras 20 Kg hingga Kamera Apotek Digondol

Sebarkan artikel ini
Aksi pencurian terekam kamera pengawas beredar di media sosial setelah pelaku nekat menggondol 20 kilogram beras dan dan kamera apotek.

PALANGKA RAYA – Aksi pencurian terekam kamera pengawas atau CCTV beredar di media sosial setelah pelaku nekat menggondol 20 kilogram beras dan dua tabung gas elpiji 3 kilogram kosong, sementara sebuah apotek juga menjadi sasaran dengan total kerugian mencapai Rp1,5 juta termasuk satu unit kamera CCTV yang ikut dicuri.

Rekaman CCTV yang beredar luas menunjukkan pelaku beraksi dengan tenang, memanfaatkan situasi sepi untuk membawa kabur barang-barang kebutuhan pokok milik toko. Dalam video yang menampilkan aksi tersebut terlihat pegawai toko sempat mengejar pelaku.

Saat kejadian terjadi, pemilik Toko Pasya, Fatimah (49), mengaku sedang tidak ada di lokasi kejadian. “Kejadiannya Senin tanggal 26, sekitar jam 6 sore. Pelaku meliha situasi dulu melihat situasi, terus masuk ke apotek beli obat. Mereka keluar lagi terus kesini, satu ambil beras hibrida 20kg dan tabung gas kosong 3kg itu dua. Kerugian total sekitar Rp700,” ungkapnya, saat dimintai keterangan, Selasa (27/1/2026).

Lebih lanjut, karyawan toko sempat berteriak dan salah satu karyawan lainnya, Nia (20), bergegas naik ke motor berusaha mengejar pelaku. Alhasil, pelaku tidak sempat tertangkap. Menurut Fatimah, pelaku berjumlah 4 orang dan menggunakan mobil saat melakukan aksinya.

Tak hanya menyasar Toko Pasya yang berlokasi di Jalan Mahir Mahar, Tjilik Riwut Km 8, pelaku juga diduga masuk ke sebuah Apotek Sasameh Sehat disebelahnya dan mengambil sejumlah barang berharga serta kamera pengawas yang terpasang di dalam toko. Kamera CCTV yang diambil karena diduga sempat merekam wajah pelaku.

Aksi ini semakin menegaskan keberanian pelaku sekaligus lemahnya pengawasan di lokasi kejadian.

April (24), karyawan Apotek Sesameh Sehat, menjelaskan bahwa pelaku masuk ke dalam apotek dan mengambil uang sekitar Rp1,5 juta dari dalam laci, serta mengambil 1 kamera CCTV. Menurutnya, kejadian terjadi saat dini hari. Pelaku masuk dengan membobol gembok pagar luar.

“Pintu masuk ini sebenarnya memang rusak. Pagar diluar itu dikunci menggunakan gembok dan rantai. Tapi gembok dan rantainya tidak ada, kemungkinan dibawa lari,” jelas April.

Pihak apotek telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dengan mengumpulkan rekaman CCTV yang beredar sebagai petunjuk awal. Warga sekitar diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika mengenali ciri-ciri pelaku yang terekam dalam video viral tersebut. (ter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *