DPRD Palangka Raya

Karhutla Mengintai, Dewan Ajak Warga Perkuat Pencegahan

56
×

Karhutla Mengintai, Dewan Ajak Warga Perkuat Pencegahan

Sebarkan artikel ini
Sigit Widodo

PALANGKA RAYA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kerap meningkat saat musim kemarau kembali menjadi perhatian serius. Karena itu, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya Sigit Widodo mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat langkah pencegahan dan meningkatkan kewaspadaan guna menekan risiko kebakaran di wilayah ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah.

Menurut Sigit, karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, melainkan berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga stabilitas keamanan wilayah. Oleh karena itu, pencegahan harus menjadi strategi utama dalam penanganan karhutla.

Sigit menegaskan, karakteristik geografis dan iklim Kalimantan Tengah menjadikan daerah ini rawan karhutla, sehingga penanganannya tidak bisa dilakukan secara parsial atau hanya mengandalkan satu pihak.

“Permasalahan karhutla tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, institusi terkait, pelaku usaha, serta seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Anggota dewan dari PDI Perjuangan itu menilai, upaya pencegahan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, mengelola lahan secara bertanggung jawab, serta membentuk kelompok siaga kebakaran di tingkat wilayah. Pihaknya juga akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kesiapan pemerintah daerah serta efektivitas langkah-langkah penanganan karhutla di lapangan.

Keterlibatan aktif masyarakat, mulai dari sekolah, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, hingga tokoh masyarakat, dalam menyebarluaskan edukasi dan menjalankan aksi nyata pencegahan karhutla. “Kami mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila mengetahui adanya titik api kepada pihak berwenang agar bisa ditangani dengan cepat sebelum meluas,” tegas Sigit.

Tak kalah penting, peran pelaku usaha di sektor kehutanan dan pertanian diharapkan dapat menjalankan kegiatan usahanya dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan dan keamanan lingkungan. “Para pelaku usaha harus memastikan aktivitasnya tidak menjadi sumber penyebab kebakaran, karena tanggung jawab menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” tuturnya.

Sigit berharap, melalui kerja sama yang solid dan meningkatnya kesadaran seluruh pihak, ancaman karhutla di Kota Palangka Raya dapat ditekan seminimal mungkin.

“Mari kita bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi generasi mendatang sebagai bentuk tanggung jawab dan kesadaran bersama,” ajak Sigit Wido. (ter/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *