PeristiwaUtama

Ular Masuk Masjid, Buaya Dilepasliarkan

316
×

Ular Masuk Masjid, Buaya Dilepasliarkan

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI : Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kobar, ketika mengevakuasi ular di sebuah masjid dan melepasliarkan buaya ke habitatnya, beberapa waktu lalu. Foto IST

PANGKALAN BUN – Di minggu pertama tahun 2026, sejumlah laporan masyarakat diterima oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Secara sigap dan terukur, pihaknya turun melaksanakan tugas penyelamatan non kebakaran.

Baru-baru ini, Damkar Kobar mendapat laporan atas kemunculan hewan melata di tempat yang tidak biasa. Dikisahkan pelapor, Ruslan, ia mengaku tak menduga ada ular masuk ke dalam area Masjid Jami Nurul Huda Pangkalan Bun, Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan, Minggu (4/1) sore.

“Kami menerima laporan warga pada pukul 18.49 WIB, lalu segera bergerak menuju lokasi untuk penanganan,” ujar Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kobar, Dwi Agus Suhartono.

Saat pelapor bersih-bersih, lanjut Agus, ular itu terlihat nangkring di belakang mimbar khutbah. Spontan, para jamaah yang mengetahui pun panik dan mengalihkan fokus aktivitasnya.

Proses evakuasi akhirnya diberikan sesuai prosedur animal rescue. Dalam waktu dua menit, petugas berhasil mengamankannya ke dalam ember khusus.

“Setelah pengecekan di lokasi, satwa ini berjenis ular sowo kopi (Coelognathus flavolineatus) dengan panjang sekitar satu meter,” ungkap Agus.

Di waktu dan lokasi berbeda, Damkar Kobar kembali mengevakuasi buaya yang muncul ke sekian kalinya di wilayah Kumpai Batu Bawah, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Senin (5/1) sore. Petugas Damkar dan tim gabungan akhirnya ikut dilibatkan, yakni dari KKP, Komunitas Reptil Kumai, serta Balakar Manggala Yudha.

“Tim memastikan buaya masih di area yang dilaporkan. Dengan kehatian-hatian, evakuasi penangkapan berlangsung hingga satu jam dan kemudian dilepasliarkan,” terang Agus.

Keberadaan buaya yang meresahkan selama ini, kini telah dilepasliarkan ke habitat yang lebih aman di kawasan Suaka Margasatwa Lamandau. Aksi heroik Damkar Kobar bersama tim pun menuai apresiasi di masyarakat.

Agus menegaskan, proses penangkapan tersebut dilalui dengan mengutamakan keselamatan petugas dan warga sekitar. Pihaknya juga memastikan bahwa satwa liar kembali ke habitat yang semestinya, demi keamanan dan kenyamanan bersama.

“Kami perlu mengimbau pula kepada masyarakat, agar tetap tenang dan melapor ke Damkar apabila menemukan satwa liar berbahaya. Jangan mencoba penanganan sendiri karena berisiko membahayakan keselamatan,” imbaunya, demikian.

(fit/rdo/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *