PeristiwaUtama

Dua Kecelakaan Air Terjadi di Awal 2026

501
×

Dua Kecelakaan Air Terjadi di Awal 2026

Sebarkan artikel ini
‎Petugas pengelola wisata dan warga saat berhasil mengevakuasi bocah perempuan berusia 12 tahun yang tewas setelah tenggelam saat berenang di kawasan wisata tersebut, pada Kamis (1/1/2026). FOTO Tangkap Layar

Bocah 12 Tahun Tewas di Danau dan Seorang Pria Hilang saat Mandi di Sungai

PALANGKA RAYA – Di awal tahun 2026 diwarnai dengan sejumlah kejadian yang merenggut nyawa. Selain kasus kecelakaan lalu lintas di jalan raya, ada juga kecelakaan air yang terjadi di awal Januari 2026.

Yang pertama di Kabupaten Kotawaringin Timur. Keceriaan libur awal tahun di objek wisata Danau Alam Salju, Kotim, berubah menjadi tragedi. Seorang bocah perempuan berusia 12 tahun meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang di kawasan wisata tersebut, Kamis (1/1/2026).

‎‎Peristiwa memilukan ini menyita perhatian publik setelah momen kepanikan pengunjung terekam dan tersebar luas melalui siaran langsung di media sosial TikTok. Dalam video tersebut, tampak suasana panik saat seorang anak dilaporkan hilang di tengah ramainya pengunjung yang memadati danau.

‎‎Informasi yang dihimpun, awalnya korban bermain dan berenang di danau bersama keluarga. Namun padatnya pengunjung diduga membuat korban luput dari pengawasan. Keberadaannya baru disadari saat keluarga hendak meninggalkan lokasi wisata, namun sang anak tidak terlihat di sekitar mereka.

‎‎Keluarga yang panik minta bantuan pengelola wisata. Upaya pencarian segera dilakukan melibatkan petugas dan para pengunjung. Pengumuman kehilangan juga disampaikan melalui pengeras suara di sekitar Danau Alam Salju.

‎‎Setelah cukup lama mencari, korban akhirnya ditemukan dalam danau dalam kondisi tidak sadarkan diri. Diduga korban telah berada dalam air selama kurang lebih dua jam sebelum dievakuasi ke daratan.

‎‎“Informasi yang kami terima, korban sudah sekitar dua jam berada di dalam air,” kata Kepala BPBD Kotim Multazam saat dikonfirmasi, Jumat (2/1/2026).

‎‎Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kotim mengevakuasi korban ke RSUD dr Murjani Sampit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil. ‎‎“Kalau melihat info di group kami. Korban meninggal di RSUD, setelah TRC membawa ke RSUd murjani,” ungkapnya.

‎‎Korban diketahui merupakan warga Jalan Wartel Hugo, Kecamatan Baamang. Setelah dinyatakan meninggal, jenazahnya langsung diantar ke rumah duka di Jalan Tidar Raya 3.

Sementara itu, warga Sepang Kota, Kecamatan Sepang, Kabupaten Gunung Mas bernama Johan Sandi Novaly  dilaporkan hilang. Pria 26 tahun itu diduga tenggelam sejak Jumat (2/1/2026) lalu.

Informasi dari petugas, kejadian berawal saat korban bersama dua rekannya mandi di tepi sungai yang dangkal Jumat siang pukul 11.30 WIB. Namun korban yang diketahui tidak mahir berenang tersebut berjalan menuju tengah sungai dan seketika terseret arus.

Rekan korban sempat berusaha memberikan pertolongan menggunakan perahu bermesin (alkon). Bahkan sempat meraih jari korban, namun terlepas karena kondisi yang licin hingga korban tenggelam.

Kapolres Gumas AKBP Heru Eko Wobowo melalui Kapolsek Sepang Ipda Abner mengatakan, tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, dan masyarakat berusaha mencari.

“Fokus kami adalah menyisir aliran sungai menggunakan perahu warga dan rubber boat Basarnas. Kami mendampingi keluarga korban dan memastikan pencarian dilakukan secara profesional hingga tuntas,” kata Ipda Abner, Sabtu (3/2/2026).

Menurut kapolsek, setelah mendapat laporan tersebut, Polsek Sepang langsung melakukan penyisiran di sungai dan berkoordinasi dengan instansi terkait.

Abner menjelaskan, dalam operasi ini adalah bentuk komitmen pelayanan kemanusiaan Polri bagi masyarakat. Tim gabungan yang terdiri dari 36 personel gabungan masih terus melakukan penyisiran di sepanjang DAS Kahayan. (pri/nya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *