PeristiwaUtama

Dua Laka Maut dan Gantung Diri Warnai Pergantian Tahun

171
×

Dua Laka Maut dan Gantung Diri Warnai Pergantian Tahun

Sebarkan artikel ini
MUSIBAH : Berbagai kejadian mewarnai pergantian tahun 2025 ke 2026. Diantaranya seorang warga tewas gantung diri, serta beberapa kasus kecelakaan lalu lintas.FOTO WARGA UNTUK RADAR KALTENG

Pedagang Petasan Tewas Dihantam Mobil, Ambulans Tabrak Ojol

PALANGKA RAYA – Pergantian tahun 2025 ke 2026 di Kota Palangka Raya diwarnai duka. Dua kecelakaan lalu lintas maut terjadi hanya berselang hitungan hari. Dua musibah itu menewaskan seorang pedagang petasan dan seorang pengemudi ojek online (ojol). Tragedi ini menjadi peringatan keras soal keselamatan berkendara di jalan raya. Selain itu, warga Kereng Bangkirai digegerkan dengan penemuan seorang pria gantung diri di awal tahun 2026.

Insiden pertama terjadi di Jalan Tjilik Riwut Km 1, Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 05.30 WIB. Seorang pedagang petasan bernama Ahmad meregang nyawa usai ditabrak mobil Toyota Rush hitam KH 1570 CB yang melaju kencang dari arah Tangkiling menuju Palangka Raya. Peristiwa tragis itu terekam dalam video berdurasi 1 menit 9 detik yang viral di media sosial. Dalam rekaman, terdengar suara perekam dengan nada panik meminta bantuan relawan darurat Palangka Raya.

Kasatlantas Polresta Palangka Raya Kompol Egidio Sumilat menjelaskan, Toyota Rush yang dikemudikan Miftachul Chair (35) tiba-tiba menabrak korban yang berada di tepi jalan.

Benturan keras membuat Ahmad terpental beberapa meter. Lapak kembang api hancur, sementara mobil Rush juga menyenggol sepeda motor Honda Genio KH 6798 TZ dan menghantam dagangan korban. Korban mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian usai sempat mendaptkan pertolongan darurat.

Polisi masih mendalami penyebab kecelakaan itu. Termasuk kemungkinan pengemudi mengantuk atau dalam kondisi mabuk maupun kemungkinan hendak menghindari kendaraan lain.

Belum reda duka tersebut, kecelakaan maut kembali terjadi pada Rabu (31/1/2025) pukul 08:19 WIB di persimpangan Jalan Seth Adji, Jalan Antang Kalang dan Jalan Karet. Seorang pengemudi ojek online berinisial A tewas setelah sepeda motor Honda Beat KH 3062 YV yang dikendarainya ditabrak mobil ambulans KH 9069 JW.

Ambulans yang dikemudikan Maramin melaju dari Bundaran Seth Adji menuju Jalan Diponegoro, saat membawa pasien ODGJ ke RSJ Kalawa Atei. Tabrakan tak terhindarkan karena jarak yang sudah terlalu dekat. “Terjadi kecelakaan lalu lintas ganda yang menyebabkan pengendara sepeda motor meninggal dunia,” kata Kompol Egidio.

Korban sempat mendapat perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong. Sementara sopir ambulans selamat dan telah dimintai keterangan. Polisi mengamankan kedua kendaraan sebagai barang bukti.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Palangka Raya Ipda Amat menambahkan, saat kejadian, ambulans tidak menyalakan sirine, hanya lampu rotator. “Jika urgent seharusnya sirine dinyalakan. Apalagi ambulans menerobos lampu merah,” tegasnya.

Seorang Pria Gantung Diri di Kereng Bangkirai

Sementara itu, warga Gang Kenanga, Jalan Anggrek, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya, digegerkan dengan penemuan seorang pria berinisial RSP (29) gantung diri di dalam barak, Sabtu (3/1/2026). Warga yang mencium aroma tak sedap dari salah satu pintu barak, kemudian melaporkan melalui bhabinkamtibmas.

Kapolsek Sabangau Iptu Ahmad Taufiq mengungkapkan, peristiwa tersebut bermula saat rekan korban bernama Rahyudi (52) berusaha menghubungi RSP sejak malam pergantian tahun baru, yang tidak mendapatkan respon. Curiga dengan kondisi korban, Rahyudi mendatangi barak korban sekitar pukul 09.00 WIB.

Setibanya di lokasi, saksi mendapati pintu barak terkunci dari dalam, yang disusul munculnya bau tak sedap dari dalam barak tersebut. “Saksi kemudian menghubungi pemilik barak dan ketua RT setempat. Setelah pintu dibuka secara paksa, korban ditemukan sudah meninggal dunia dan mereka melaporkan kepada kami,” jelasnya.

Taufiq menambahkan, korban sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan dan tinggal seorang diri di barak tersebut. Sedangkan orang tuanya berbeda tempat tinggal. Berdasarkan keterangan para saksi dan keluarga korban, sebelum mengakhiri hidup dengan gantung diri, korban sempat mengirim pesan permintaan maaf melalui WhatsApp kepada orang tuanya. “Namun pesan tersebut dihapus kembali oleh korban,” lanjutnya.

Berdasarkan data terakhir yang di himpun, kepolisian tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan mengamankan sejumlah barang bukti berupa tas pinggang dan ponsel korban.

Dari hasil visum di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, diperkirakan korban meninggal sejak malam pergantian tahun 2025 ke 2026. “Untuk dugaan penyebab korban nekat gantung diri ini mungkin disebabkan oleh depresi,” ungkap kapolsek. (ter/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *