Feature

Ikut Berbagi Semangat, Beri Makan Durian Gratis

320
×

Ikut Berbagi Semangat, Beri Makan Durian Gratis

Sebarkan artikel ini
MAKAN DURIAN: Para jemaah Haul Abah Guru Sekumpul saat menikmati durian gratis di Jalan Tjilik Riwut Km 2,5, Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Jumat (26/12/2025). FOTO APRI/RADAR KALTENG

Cara Warga Kotim Melayani Jemaah Haul Guru Sekumpul

Perjalanan panjang menuju Martapura, Kalimantan Selatan, untuk menghadiri Haul Abah Guru Sekumpul kerap menguras tenaga. Roda kendaraan berputar tanpa henti, siang berganti malam. Namun di Jalan Tjilik Riwut Kilometer 2,5, Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) para jemaah menemukan sebuah persinggahan yang tak sekadar menawarkan tempat istirahat, tapi juga kehangatan dan rasa manis dari kepedulian.

SINDY APRIANSYAH, Sampit

SELAMA tiga hari, dari Rabu (24/12/2025) hingga Jumat (26/12/2025), sebuah kios buah milik Muhammad Fajar Zaini berubah menjadi titik singgah favorit para jemaah. Dari Pontianak (Kalbar), Pangkalan Bun, Seruyan, Samuda, hingga wilayah sekitar Sampit, para pelintas menyempatkan diri berhenti.

Sebagian jemaah ada yang hanya duduk sejenak melepas lelah, sebagian lainnya tersenyum saat mengetahui durian yang disuguhkan bisa dinikmati secara gratis. Pembagian durian dilakukan sederhana, tanpa jadwal pasti. Setiap kali pasokan dari Kalimantan Barat tiba, buah langsung dibagikan hingga habis.‎ “Kalau buah datang jam 10 pagi, langsung kita bagikan. Tidak ada waktu khusus,” kata Fajar, Jumat (26/12/2025).

Jemaah dari daerah jauh menjadi prioritas. Bahkan hingga malam hari, pembagian tetap berlangsung selama durian masih tersedia. Bagi Fajar, kegiatan ini bukan sekadar berbagi buah, tapi berbagi semangat di perjalanan menuju acara keagamaan yang sakral. “Ini murni niat pribadi. Kalau jemaah ke Sekumpul, kami gratiskan. Yang bukan jemaah tetap kami layani jual beli,” akuinya.

Dalam satu kali pengiriman, sekitar 2.400 buah durian tiba di kios tersebut. Lebih dari separuhnya dibagikan cuma-cuma. Biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit, mencapai puluhan juta rupiah. Namun bagi Fajar, senyum jemaah menjadi balasan yang tak ternilai harganya.

Salah satu jemaah asal Pontianak, Siti (45), mengaku terharu dengan apa yang ia temui di Sampit. Ia dan rombongannya singgah hanya untuk beristirahat sejenak, namun mendapat sambutan tak terduga.‎ “Kami tidak menyangka dapat durian gratis. Di tengah perjalanan jauh dan capek, ini benar-benar berkah. Rasanya bukan cuma manis duriannya, tapi juga niat baik yang kami rasakan,” ujarnya.

Siti menambahkan, singgah di kios tersebut memberi energi baru bagi rombongannya sebelum melanjutkan perjalanan ke Martapura. “Semoga yang berbagi diberi rezeki berlipat. Ini contoh kebaikan kecil yang dampaknya besar bagi kami di jalan,” ucapnya.

Tak hanya durian, kios milik Fajar juga membagikan buah lain seperti langsat dan rambutan, tergantung ketersediaan pasokan. Semua dilakukan apa adanya, tanpa spanduk besar atau sorotan berlebihan.

Di jalur utama antarkota yang padat dan melelahkan, kios durian gratis di pinggir Jalan Tjilik Riwut itu menjadi sebuah cerita tentang keikhlasan, di mana rasa manis buah tropis berpadu dengan manisnya berbagi membuat perjalanan panjang menuju Sekumpul terasa lebih ringan dan penuh makna. (pri/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *