Feature

Di Tengah Kabut Asap, Semangat Belajar Tetap Ada

44
×

Di Tengah Kabut Asap, Semangat Belajar Tetap Ada

Sebarkan artikel ini
WAWANCARA : Nanda Widya Putri saat wawancara salah satu narasumber hingga membawa dia meraih Juara 3 Cabang Lomba Jurnalistik Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional 2026. FOTO DOKUMEN UNTUK RADAR KALTENG

Nanda Widya Putri, Siswi SMAN 2 Kuala Kapuas Bersinar di Tingkat Nasional (2)

Pengalaman meraih gelar juara  tingkat nasional menjadi bekal bagi Nanda Widya Putri untuk terus mengembangkan kemampuan jurnalistiknya. Siswa kelas XII-E SMAN 2 Kuala Kapuas itu berharap keberhasilannya dapat mendorong pelajar lain berani mencoba hal baru, mengasah potensi, dan tak takut bersaing meskipun dari daerah.

MENURUT Nanda, setiap langkah yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dapat memberikan arti besar pada masa mendatang. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanannya hingga mampu meraih Juara 3 Cabang Lomba Jurnalistik Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026.

Keberhasilan Nanda juga mendapat perhatian dari guru pembimbingnya, Edelweis Gardena EN. Ia mengaku bangga karena anak didiknya mampu menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi di tengah tantangan yang dihadapi sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, termasuk kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Bagi Edelweis, pencapaian tersebut menjadi gambaran bahwa kondisi yang tidak mudah tidak semestinya memadamkan semangat pelajar untuk terus belajar dan berkarya.

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa di tengah tantangan kabut asap, semangat untuk belajar, berkarya, dan berprestasi tidak boleh ikut meredup. Prestasi Nanda membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang bagi generasi muda Kalimantan Tengah untuk bersinar di tingkat nasional,” ungkap Edelweis.

Pendampingan guru menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan Nanda. Melalui bimbingan yang diberikan, kemampuan jurnalistiknya terus dikembangkan hingga mampu menghasilkan karya yang mengangkat isu budaya lokal dengan pendekatan yang lebih mendalam.

Kebanggaan serupa disampaikan Kepala SMAN 2 Kuala Kapuas Setia Rini. Dia mengapresiasi perjuangan Nanda yang melewati tahapan seleksi dari tingkat kabupaten hingga meraih prestasi tingkat nasional.

Menurut Setia Rini, pencapaian itu merupakan buah dari ketekunan, kreativitas, kerja keras, serta kesungguhan Nanda mempelajari teknik penulisan dan peliputan jurnalistik.

“Kami sangat bangga atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh Nanda Widya Putri. Prestasi ini membuktikan bahwa siswa-siswi dari daerah mampu bersaing dan berprestasi di kancah nasional,” ujar Setia Rini.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada guru pembimbing yang telah mendampingi Nanda dengan penuh kesabaran dan dedikasi selama proses pengembangan kemampuan hingga mengikuti kompetisi.

Prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya dukungan sekolah dan keluarga dalam memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat serta minatnya.

Dengan pendampingan yang tepat, kemampuan pelajar dapat tumbuh dan menjadi modal untuk bersaing lebih luas.

Melalui karyanya, Nanda memperlihatkan bahwa jurnalistik bukan hanya tentang melaporkan sebuah peristiwa. Lebih dari itu, jurnalistik dapat menjadi sarana untuk menggali nilai, merekam perubahan, dan memperkenalkan kekayaan budaya kepada masyarakat yang lebih luas.

Karungut yang menjadi tema tulisannya membawa pesan bahwa warisan budaya akan tetap memiliki tempat selama ada generasi yang bersedia mengenal, mempelajari, dan melestarikannya.

Dari Kabupaten Kapuas, Nanda telah membuktikan bahwa cerita lokal mampu menjadi karya yang diperhitungkan di tingkat nasional. Prestasi Juara 3 FLS3N 2026 bukan hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya dan sekolah, tetapi juga membawa nama Kalimantan Tengah melalui tulisan yang berangkat dari kekayaan budayanya sendiri.

Kini, pencapaian itu diharapkan menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya untuk terus berkarya, memperluas wawasan, dan berani mengambil kesempatan. Sebab prestasi besar tidak selalu berawal dari panggung megah, tapi dapat tumbuh dari keberanian mengangkat cerita di sekitar dan menyampaikannya dengan sungguh-sungguh. (ifa/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *