Polda Kalteng Turunkan Tim Investigasi
PALANGKA RAYA – Insiden penembakan terjadi di areal PT Karunia Kencana Permaisejati (KKP) Estate 3, Desa Kenyala, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur. Empat orang warga dilaporkan mengalami luka tembak saat diduga melakukan pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.
Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan bahwa hal tersebut masih dalam penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab luka yang dialami para korban. Aparat belum memastikan apakah luka tersebut murni akibat tembakan peringatan petugas atau berasal dari faktor lain di lapangan.
Kabidhumas Polda Kalteng, Kombes Pol Erlan Munaji, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam), serta Polres setempat untuk mengusut secara menyeluruh peristiwa tersebut.
“Masih kami pastikan. Apakah luka itu benar akibat tembakan dari personel pengamanan atau berasal dari pihak lain. Semua masih dalam proses penyelidikan,” ucap Erlan, Selasa (23/12/2025).
Erlan menegaskan, Polda Kalteng akan bersikap objektif dan transparan dalam menangani kasus ini, termasuk mengevaluasi apakah tindakan aparat di lapangan telah sesuai dengan prosedur hukum dan standar operasional yang berlaku. “Kami akan mengungkap fakta sebenarnya. Jika ditemukan adanya pelanggaran oleh oknum atau personel, tentu akan kami tindak tegas sesuai ketentuan,” tegasnya.
Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa bermula dari laporan adanya dugaan pencurian buah sawit oleh sejumlah warga di area perusahaan. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas pengamanan gabungan mendatangi lokasi sekitar pukul 15.30 WIB dan melakukan pendekatan persuasif dengan memberikan imbauan agar aktivitas pencurian dihentikan.
Namun situasi disebut berkembang. Saat dilakukan imbauan, warga diduga melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri, sehingga kondisi di lapangan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan petugas. “Dalam kondisi itu, petugas melakukan tembakan peringatan ke atas untuk mengendalikan situasi,” jelas Erlan.
Hingga kini, situasi di Desa Kenyala dilaporkan kondusif. Polda Kalteng memastikan proses penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap secara terang peristiwa yang memicu perhatian publik tersebut.
Kabidhumas Polda Kalteng juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial maupun media daring yang belum terverifikasi kebenarannya. “Kami imbau masyarakat jangan mudah terprovokasi. Tunggu hasil resmi dari proses penyelidikan yang sedang dilakukan,” tuturnya. (ter/rdo)












