PeristiwaUtama

24 Pohon Tumbang, Tapi Sungai Masih Aman

570
×

24 Pohon Tumbang, Tapi Sungai Masih Aman

Sebarkan artikel ini
POHON TUMBANG : Petugas BPBD Kota Palangka Raya bersama instansi terkait mengevakuasi pohon tumbang yang menutup akses jalan akibat hujan lebat disertai angin kencang, Minggu (21/12/2025).FOTO WARGA UNTUK RADAR KALTENG

Dampak Cuaca Ekstrem dan Curah Hujan Tinggi di Palangka Raya

Curah hujan tinggi yang terus mengguyur Kota Palangka Raya belum berdampak pada peningkatan debit sungai. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya memastikan kondisi kota masih dalam katagori aman dari ancaman banjir, meski cuaca ekstrem memicu puluhan kejadian pohon tumbang.

PELAKSANA Tugas Kalaksa BPBD Kota Palangka Raya Hendrikus Satria Budi mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Namun hingga saat ini debit air sungai utama, khususnya Sungai Rungan, masih terpantau stabil.

“Memang diperkirakan curah hujan masih tinggi, namun debit air sungai, terutama Sungai Rungan, masih bertahan. Kota Palangka Raya saat ini masih dalam posisi aman,” kata Budi saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (22/12/2025).

Ia menambahkan, kondisi serupa juga terjadi di wilayah Kecamatan Sebangau. Curah hujan tinggi belum menyebabkan banjir besar. Hanya genangan air di sejumlah titik. “Sebangau relatif aman. Yang terjadi hanya genangan, bukan banjir. Ini menjadi perhatian bapak wali kota, terutama terkait normalisasi drainase,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Palangka Raya terus melakukan penanganan genangan secara terpadu dengan melibatkan lintas perangkat daerah. “Penanganan dilakukan bersama Satpol PP sebagai pengendali lapangan, kemudian Perkim, PU, DLH, dan BPBD,” jelasnya.

Di sisi lain, hujan lebat yang disertai angin kencang justru menimbulkan dampak lain. BPBD mencatat sebanyak 24 kejadian pohon tumbang hanya dalam satu hari terakhir. Peristiwa tersebut tersebar di berbagai titik dan menyebabkan kerugian material. “Hujan lebat disertai angin kencang mengakibatkan banyak pohon tumbang. Bahkan ada korban material,” ungkapnya.

Ia menegaskan, kondisi ini menjadi perhatian serius karena banyak pohon besar berada di tepi jalan dan kawasan dengan aktivitas tinggi masyarakat. “Pohon-pohon di pinggir jalan sangat berisiko. Kemarin total ada 24 kejadian pohon tumbang,” tambahnya.

Untuk meminimalkan risiko, BPBD Kota Palangka Raya terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, baik di tingkat kota maupun provinsi, termasuk instansi kehutanan. “Kami berkolaborasi dengan semua rekan daerah dan provinsi, termasuk kehutanan, untuk melakukan pemangkasan dan penebangan pohon yang berpotensi membahayakan,” tuturnya.

BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya hujan lebat disertai angin kencang, serta menghindari berteduh di bawah pohon besar dan segera melaporkan kejadian darurat agar dapat ditangani dengan cepat. (ter/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *