PALANGKA RAYA – Ancaman mematikan mengintai di tengah permukiman Kota Palangka Raya. Dalam satu malam, Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Palangka Raya mengevakuasi tiga sarang tawon vespa berukuran raksasa di lokasi berbeda. Dibutuhkan enam jam lebih bagi petugas untuk mengevakuasi tiga sarang tawon itu. Di salah satu titik, serangan tawon vespa bahkan sudah memakan korban.
Operasi penyelamatan itu berlangsung Minggu malam (14/12/2025), menyasar kawasan Jalan Mendawai I, Jalan Mahir Mahar Lingkar Luar Km 10 dan Jalan Pinus Permai. Ketiga sarang memiliki ukuran besar, dengan diameter mencapai 70 hingga 80 sentimeter, dan berpotensi mengancam keselamatan warga.
Di Jalan Mendawai I, Gang Bersama, sarang tawon vespa ditemukan menempel di wuwungan rumah warga, tepat di bawah atap. Posisi yang sulit dijangkau membuat proses evakuasi berlangsung hingga satu setengah jam. Beruntung, belum ada warga yang tersengat.
Situasi lebih berbahaya terjadi di lokasi kedua, Jalan Mahir Mahar Lingkar Luar Km 10. Di lahan terbuka, tawon vespa bersarang di permukaan tanah hingga masuk dalam tanah sedalam sekitar 50 sentimeter. Di titik ini, tiga orang warga dan seekor anjing dilaporkan tersengat sebelum tim tiba. Evakuasi sarang berdiameter sekitar 80 sentimeter itu memakan waktu hampir tiga jam.
Sementara di Jalan Pinus Permai, sarang tawon vespa ditemukan menggantung di ranting pohon lengkeng setinggi lima meter di halaman rumah warga. Sarang tersebut diketahui saat warga hendak menebang pohon dan melihat tawon beterbangan. Dengan perlindungan alat khusus, tim berhasil mengevakuasi sarang dalam waktu dua jam tanpa korban.
Koordinator Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya Sucipto menegaskan, seluruh penanganan dilakukan sebagai respons cepat atas laporan masyarakat demi mencegah jatuhnya korban lebih banyak. Seluruh evakuasi sengaja dilakukan pada malam hari karena tawon vespa cenderung lebih pasif.
Ia mengingatkan, tawon vespa bukan serangga biasa. Racunnya bersifat sangat kuat dan agresif, mampu menyebabkan nyeri hebat, pembengkakan, pusing, mual, hingga reaksi alergi berat atau syok anafilaktik yang berujung kematian jika terlambat ditangani.
“Jika merasa terancam, vespa bisa menyengat berulang kali dan menyerang secara berkelompok. Anak-anak, lansia, dan penderita alergi memiliki risiko paling tinggi,” tegas Sucipto.
Petugas Damkar mengimbau warga lebih waspada, terutama di kawasan lahan kosong dan permukiman padat. Jika menemukan sarang tawon berbahaya, warga diminta tidak bertindak sendiri dan segera melapor agar penanganan dilakukan secara aman oleh petugas. (ter/ens)












