Palangka Raya

Menkes Ke Palangka Raya Salurkan Bantuan Obat dan Alat Kesehatan Paparan Kabut Asap

19
×

Menkes Ke Palangka Raya Salurkan Bantuan Obat dan Alat Kesehatan Paparan Kabut Asap

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGAN : Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin (Rompi Biru) foto bersama saat kunker ke Puskesmas Menteng, Jumat (23/10/26). FOTO : IFA

PALANGKA RAYA – Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin melakukan kunjungan kerja ke Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (23/10/26), untuk meninjau penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama terhadap kesehatan masyarakat akibat paparan kabut asap.

Salah satu agenda kunjungan tersebut adalah meninjau Puskesmas Menteng guna melihat kesiapan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak, termasuk ketersediaan obat-obatan, peralatan medis, dan dukungan oksigen bagi pasien yang mengalami gangguan pernapasan.

Dalam rangka penanganan dampak karhutla, bantuan obat-obatan dan alat kesehatan meliputi 137.000 masker KN95, 500.000 masker bedah, 50 unit oxygen concentrato, 35 unit nebulizer, 100 unit tabung oksigen, 37 unit air purifier, 270 botol multivitamin sirup, serta 800 strip multivitamin tablet.

Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung upaya perlindungan masyarakat dari paparan polusi udara sekaligus memperkuat kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menghadapi gangguan kesehatan akibat kabut asap.

Budi mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Kelompok rentan, seperti balita, lanjut usia, dan ibu hamil, diminta sebisa mungkin menghindari paparan kabut asap.

“Kalau mesti keluar, pastikan itu jangan balita, jangan orang tua, jangan juga ibu hamil. Keluar yang sehat-sehat saja dan pastikan pakai masker,” ujarnya.

Menurut Budi, partikel halus PM2.5 menjadi salah satu ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai karena ukurannya sangat kecil dan dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat disarankan menggunakan masker N95 atau KN95 dengan cara yang benar untuk membantu mengurangi paparan partikel berbahaya.

Ia juga menyoroti kondisi polusi udara yang dilaporkan sangat tinggi selama kejadian karhutla. Namun, angka polusi yang disebut mencapai lebih dari 1.000 perlu dipastikan kembali berdasarkan parameter dan alat ukur kualitas udara yang digunakan.

Dalam rangkaian kunjungan kerja pada Jumat (23/10/26), Menkes dijadwalkan meninjau sejumlah fasilitas kesehatan dan layanan oksigen di Kota Palangka Raya.

Agenda tersebut meliputi Puskesmas Menteng, Rumah Oksigen RTH Kalteng, RSUD dr. Doris Sylvanus, Puskesmas Panarung, Rumah Oksigen MDMC.

Selain meninjau fasilitas kesehatan, Menkes juga menyoroti perkembangan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang berkaitan dengan kondisi kabut asap.

Berdasarkan keterangan yang disampaikannya, jumlah kasus ISPA harian pada awal kejadian karhutla di tujuh provinsi mencapai sekitar 12.000 hingga 15.000 kasus. Angka tersebut kemudian dilaporkan menurun menjadi sekitar 3.000 kasus per hari.

Meski menunjukkan tren penurunan, masyarakat tetap diminta menjaga kesehatan selama kualitas udara belum membaik.

“Kalau sudah benar-benar mulai merasa sesak napas dalam kondisi diam, tidak beraktivitas, itu saatnya datang ke puskesmas,” tegasnya.

Budi menjelaskan bahwa dukungan fasilitas oksigen di puskesmas diperlukan untuk membantu penanganan awal pasien yang membutuhkan oksigen. Jika kondisi pasien semakin parah, penanganan lanjutan akan dilakukan di rumah sakit. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *