DPRD Palangka Raya

Literasi Siswa Harus Tepat Sasaran

34
×

Literasi Siswa Harus Tepat Sasaran

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA : Sekretaris Komisi III DPRD Palangka Raya Rana Muthia Oktaria (kanan) foto bersama tenaga pendidik, baru-baru ini. FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Pengembangan kemampuan siswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi dinilai tidak cukup hanya dengan menyediakan berbagai kegiatan saja.

Pelaksanaan program penguatan literasi dan keterampilan siswa pada 2026 juga perlu diawasi agar benar-benar berdampak terhadap peningkatan kemampuan peserta didik.

Sekretaris Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya Rana Muthia Oktaria mengatakan, berbagai program seperti lomba, pelatihan digital hingga pengembangan kompetensi harus dilaksanakan secara tepat sasaran.

“Program penguatan literasi dan keterampilan siswa melalui berbagai ajang lomba maupun pelatihan digital pada 2026 perlu diawasi agar pelaksanaannya tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat bagi siswa,” ujar Rana, baru-baru ini.

Menurut dia, penguatan literasi dan keterampilan digital menjadi bagian penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat.  Karena itu, setiap kegiatan yang dilaksanakan sekolah maupun pemerintah harus diarahkan untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas peserta didik.

Dia menekankan, program tersebut jangan hanya berorientasi pada terlaksananya kegiatan, tetapi harus memiliki dampak yang dapat dirasakan siswa. “Jangan sampai program hanya sebatas kegiatan seremonial. Harus ada hasil yang terlihat, baik dari peningkatan kemampuan literasi, kreativitas maupun keterampilan digital siswa,” tegasnya.

Selain pengawasan terhadap pelaksanaan, Rana juga mendorong pemerataan akses bagi siswa untuk mengikuti berbagai lomba maupun pelatihan. Menurutnya, kesempatan pengembangan diri tidak semestinya hanya dinikmati siswa dari sekolah tertentu.

Dia berharap program penguatan literasi dan keterampilan pada 2026 dapat dilaksanakan secara inklusif, terukur, dan berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh peserta didik di Kota Palangka Raya. (ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *