DPRD Kalimantan Tengah

‎Kasus Bullying Jadi Sorotan, Pendidikan Moral Diperkuat

55
×

‎Kasus Bullying Jadi Sorotan, Pendidikan Moral Diperkuat

Sebarkan artikel ini
‎FOTO : Ketua Komisi III DPRD, Kalteng Sugiyarto FOTO: BUDHI SEPRATAMA PUTRA//RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – DPRD Kalteng menyarankan kepada pemerintah daerah agar memperkuat pendidikan moral kepada anak didiknya menyusul terjadinya kasus bullying dan kekerasan terhadap siswa di SMA Negeri 1 Palangka Raya.

Persoalan tersebut dinilai tidak cukup diselesaikan melalui pengawasan di lingkungan sekolah, tetapi juga membutuhkan penguatan pendidikan moral dan karakter sejak dini.

‎Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto mengatakan perkembangan teknologi dan media sosial ikut memberi tantangan terhadap pembentukan perilaku anak. Menurutnya, pendidikan moral yang dahulu menjadi bagian penting dalam membentuk sikap siswa kini perlu kembali diperkuat.

‎“Ini sesungguhnya lebih kepada pendidikan moral yang diterapkan oleh pemerintah yang menipis. Padahal pendidikan moral ini sangat penting, dulu ditahun 70an ada yang namanya pendidikan Budi Pekerti,” katanya, Rabu (26/8).

‎Menurutnya, kasus perundungan tidak bisa hanya dilihat sebagai persoalan antara pelaku dan korban. Ada persoalan yang lebih mendasar menyangkut bagaimana siswa memahami tata krama, menghormati orang lain serta menyikapi perbedaan di lingkungan sekolah.

Pembentukan karakter tersebut dinilai menjadi bagian penting dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi seluruh siswa.

‎

‎Sugiyarto menilai pendidikan mengenai perilaku, sopan santun dan penghormatan terhadap guru maupun orang tua perlu diberikan secara konsisten. Sebab, ketika nilai-nilai tersebut semakin berkurang, potensi munculnya perilaku yang merugikan teman maupun pihak lain juga semakin sulit dikendalikan.

‎“Kalau kita bisa menghargai dan menghormati orang lain.  Tentu akan berbeda dan kemungkinan kasus ini tidak akan terjadi. Hal ini harus dibiasakan baik itu ruang kelas ataupun diluar ruang kelas,” ujarnya.

‎

‎Sugiyarto mendorong pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama DPR RI mengevaluasi kembali penguatan pendidikan Budi Pekerti dalam kurikulum.

‎

‎“Bagaimana kurikulum yang ada ini bisa diperbaiki, sehingga pendidikan moral terhadap anak-anak itu memberikan pembekalan kejiwaan kepada siswa kita,” tegasnya.

‎Penguatan karakter tersebut diharapkan berjalan bersama dengan pengawasan sekolah dan pembinaan keluarga. DPRD Kalteng menilai penanganan kasus bullying harus dibarengi langkah pencegahan yang lebih mendasar agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan siswa mendapatkan perlindungan selama berada di lingkungan pendidikan.(sep/*)

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *