PeristiwaUtama

Api Mengamuk Sejam di Puntun, Puluhan Rumah Ludes

467
×

Api Mengamuk Sejam di Puntun, Puluhan Rumah Ludes

Sebarkan artikel ini
LUDES : Puing-puing bangunan yang hangus terbakar di permukiman padat penduduk, Gang Sari 45, Jalan Dr Murjani, Kota Palangka Raya, Minggu (12/7/2026). FOTO WARGA UNTUK RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Kobaran api mengamuk di permukiman padat penduduk, Gang Sari 45, Jalan Dr Murjani, belakang Hotel Rahman, kawasan Puntun, Kota Palangka Raya, Minggu (12/7/2026) siang. Dalam waktu kurang lebih satu jam, si jago merah meluluhlantakkan deretan rumah kayu yang berdempetan hingga menyebabkan kerusakan sangat besar dan memicu kepanikan warga.

Kebakaran yang disebut sebagai salah satu yang terbesar tahun ini itu melanda dua RT. Salah seorang ketua RT memperkirakan sekitar 10 rumah terdampak. Berdasarkan informasi yang dihimpun sementara, diperkirakan jumlah bangunan yang terbakar mencapai kurang lebih 25 unit, 1 barak, serta sekolah terdampak.

Saat kejadian, warga berhamburan keluar rumah sambil berusaha menyelamatkan anggota keluarga dan barang-barang berharga. Sebagian lainnya hanya bisa pasrah menyaksikan rumah mereka dilalap kobaran api yang terus membesar.

Ketua RT 03/RW 09 Djamrudinoor mengatakan, api pertama kali terlihat muncul dari bagian belakang salah satu rumah warga. Tepatnya di area dapur. Karena mayoritas bangunan berbahan kayu dan berdiri sangat rapat, api dengan cepat menjalar ke bangunan lain.

“Rumah-rumah di sini memang berdempetan dan kebanyakan berbahan kayu, sehingga api cepat sekali menyebar. Tidak hanya RT 3, tetapi juga merembet ke RT 1,” jelasnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya Uria Ninu Napulangit mengatakan, laporan pertama diterima melalui layanan darurat 112 sekitar pukul 13.11 WIB. Tim damkar langsung bergerak dan tiba di lokasi dengan waktu tanggap kurang dari 15 menit.

Petugas Damkar Kota Palangka Raya kemudian bergabung bersama Balakar, Dinas Kehutanan, Damkar Provinsi Kalimantan Tengah, serta relawan. Sedikitnya tiga mobil pemadam dan puluhan personel gabungan diterjunkan menjinakkan api.

Meski bergerak cepat, proses pemadaman berlangsung cukup berat. Jalan menuju lokasi yang sempit, banyaknya warga yang memadati area kebakaran, serta terbatasnya sumber air menjadi kendala utama selama pemadaman berlangsung.

Api akhirnya berhasil dikuasai setelah sekitar 45 menit hingga satu jam. Setelah itu, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali memicu kebakaran susulan.

Di tengah proses pemadaman, seorang petugas juga dilaporkan mengalami luka ringan setelah terpeleset dan mengalami goresan pada tangan. Namun kondisi tersebut tidak menghambat upaya pemadaman yang terus dilakukan hingga sore hari.

Musibah itu juga menyisakan kisah pilu bagi Rukiyah (63). Perempuan tersebut kembali kehilangan rumah akibat kebakaran, setelah 26 tahun lalu rumah orang tuanya juga habis dilalap api pada peristiwa serupa.

Dalam kepanikan, Rukiyah hanya sempat menyelamatkan diri dengan pakaian di badan. Uang tunai, dua kulkas, kasur yang baru beli, hingga berbagai perabot rumah tangga lainnya ludes terbakar.

“Bingung, malam ini tidur di mana. Uang juga habis sudah,” ucapnya lirih sambil memandangi puing-puing rumah yang belum lama selesai direnovasi.

Ironisnya, rumah orang tua yang kini ditempati adiknya dan berada tidak jauh dari lokasi juga hangus terbakar. Menjelang sore, keluarga dan warga berdatangan membantu membersihkan puing-puing serta memberikan dukungan kepada para korban.

Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara, api berasal dari salah satu rumah warga sebelum merambat cepat ke bangunan lain. Tim investigasi Damkar akan memastikan sumber api, penyebab kebakaran, jumlah bangunan terdampak, serta total kerugian setelah proses pendataan selesai. (ter/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *