Gunung Mas

Jangan Biarkan UKM Jalan Sendiri

40
×

Jangan Biarkan UKM Jalan Sendiri

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Gunung Mas Carles Prenky. foto: ist

Saatnya Naik Kelas dan Kuasai Potensi Daerah

KUALA KURUN – Kekayaan sumber daya alam (SDA) Kabupaten Gunung Mas jangan hanya menjadi tontonan atau dinikmati pihak luar. Pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) lokal harus menjadi pemain utama dengan dukungan nyata dari pemerintah daerah.

Dorongan itu disampaikan Anggota DPRD Gunung Mas Carles Prenky yang meminta pemerintah tidak sekadar berbicara soal pemberdayaan ekonomi, tetapi benar-benar membuka ruang usaha dan memperkuat kapasitas para pelaku UKM.

“Pelaku UKM kita harus mendapat pembinaan yang berkelanjutan. Kalau mereka diberi kesempatan dan pendampingan, potensi usaha masyarakat akan tumbuh, lapangan kerja terbuka, dan ekonomi lokal ikut bergerak,” kata Carles, Minggu (5/7/2026).

Politikus Partai Golkar itu menilai, melimpahnya SDA di Kabupaten Gunung Mas belum sepenuhnya memberikan manfaat bagi masyarakat karena masih terkendala kualitas sumber daya manusia (SDM). Jika SDM diperkuat, masyarakat akan mampu mengolah kekayaan daerah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi.

“Jangan sampai SDA melimpah, tetapi masyarakat hanya menjadi penonton. Kuncinya ada pada peningkatan SDM agar masyarakat mampu mengelola dan memanfaatkan potensi yang dimiliki daerah sendiri,” tegasnya.

Legislator dari daerah pemilihan (dapil) III yang meliputi Kecamatan Kahayan Hulu Utara, Miri Manasa, Damang Batu, dan Tewah itu mengatakan, peluang usaha di Gunung Mas masih terbuka sangat lebar. Mulai dari sektor kuliner, kerajinan tangan, hingga berbagai produk lokal lainnya yang dinilai memiliki prospek besar jika dikelola secara serius.

Menurutnya, masih banyak potensi daerah yang belum tergarap maksimal. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama agar pelaku usaha lokal tidak tertinggal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Potensi kita besar, tetapi belum digarap secara maksimal. Produk kerajinan, kuliner, hingga hasil olahan lokal harus didorong agar menjadi kekuatan ekonomi baru. Kalau ini berhasil dikembangkan, bukan hanya masyarakat yang menikmati hasilnya, tetapi juga akan meningkatkan pendapatan daerah,” tandas Carles. (nya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *