Utama

Kasus DBD di Kotim Meningkat

229
×

Kasus DBD di Kotim Meningkat

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kotim Nugroho Kuncoro Yudho.

Dinkes Serukan Gerakan 3M Plus Cegah Ancaman KLB

‎‎SAMPIT – Ancaman demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali menjadi perhatian serius. Hingga pertengahan Mei 2026, puluhan warga dilaporkan terserang penyakit yang ditularkan nyamuk aedes aegypti tersebut.

‎‎Dinas Kesehatan Kotim mencatat, sampai 18 Mei 2026 terdapat 84 kasus yang berkaitan dengan DBD. Rinciannya terdiri dari 53 kasus DBD, satu kasus dengue shock syndrome (DSS), serta 30 kasus suspek DBD.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kotim Nugroho Kuncoro Yudho mengatakan, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama agar penyebaran kasus tidak semakin meluas.

“Melihat perkembangan kasus yang ada, kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama melaksanakan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus secara rutin setiap minggu,” ujar Nugroho, Sabtu (23/5/2026).

‎Ia menegaskan, pencegahan menjadi langkah paling efektif dalam menekan angka penyebaran DBD. Sebab pengendalian penyakit ini tidak bisa hanya mengandalkan penanganan medis, tetapi harus dimulai dari kebiasaan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.

‎Menurut dia, gerakan PSN 3M Plus terbukti menjadi cara sederhana namun efektif untuk memutus rantai perkembangbiakan nyamuk. Langkah 3M meliputi menguras dan menyikat tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang-barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

‎Selain itu, masyarakat juga diminta menerapkan langkah tambahan atau “Plus”, seperti menaburkan larvasida pada tempat penampungan air, memelihara ikan pemakan jentik, menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa maupun kelambu, hingga menanam tanaman pengusir nyamuk di sekitar rumah.

‎Nugroho menilai, keberhasilan pengendalian DBD sangat bergantung pada keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, Dinas Kesehatan mendorong kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dunia usaha, hingga masyarakat di tingkat lingkungan. “Kami berharap seluruh masyarakat dapat melaksanakan PSN 3M Plus secara konsisten agar kasus DBD di Kotim dapat ditekan dan tidak berkembang menjadi KLB,” tegasnya.

‎Dinkes Kotim juga meminta seluruh wilayah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejadian luar biasa (KLB) DBD. Peran Tim Penggerak PKK, kader kesehatan, tokoh masyarakat, sekolah, hingga media lokal dinilai penting dalam memperkuat edukasi dan menggerakkan aksi pencegahan di lingkungan masing-masing.

‎Dengan meningkatnya kasus DBD saat ini, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, mual, hingga muncul bintik merah pada kulit. (pri/ens)

Kasus DBD di Kotim:

  • Sampai 18 Mei 2026 Ada 84 kasus DBD.
  • Rinciannya 53 kasus DBD, 1 DSS, 30 suspek DBD.

Gerakan PSN 3M Plus:

  • Menguras dan menyikat tempat penampungan air.
  • Menutup rapat wadah penyimpanan air
  • Mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
  • Terapkan langkah tambahan atau “Plus”
  • Menaburkan larvasida pada tempat penampungan air,
  • Memelihara ikan pemakan jentik
  • Menggunakan obat anti nyamuk
  • Memasang kawat kasa maupun kelambu
  • Menanam tanaman pengusir nyamuk di sekitar rumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *