Hukum KriminalUtama

Diteror Garong Sawit, Dua Satpam Ditembak saat Patroli

433
×

Diteror Garong Sawit, Dua Satpam Ditembak saat Patroli

Sebarkan artikel ini
SEDANG DITANGANI : Polres Kotim sedang menangani kasus pencurian buah kelapa sawit yang melukai satpam PT TASK, Jumat (24/4/2025). APRI/RADAR KALTENG

‎‎SAMPIT – Aksi brutal diduga dilakukan komplotan garong buah kelapa sawit di wilayah perkebunan Desa Tanjung Jariangau, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu sore (22/4/2026). Dua petugas satuan pengamanan (satpam) PT TASK menjadi korban penembakan saat menjalankan patroli rutin di sekitar kebun kelapa sawit.

‎‎Peristiwa mencekam itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, ketika DI (26), PO (45), dan IS (51) menyusuri area Blok S6 Estate 1 Afdeling 4. Saat itu, mereka menemukan tumpukan buah kelapa sawit yang telah dipanen, namun belum diangkut. Diduga menjadi sasaran para pelaku pencurian.

‎Ketika hendak memastikan kondisi di lokasi, ketiganya justru dihadapkan pada ancaman serius. Seorang pria tak dikenal terlihat dalam posisi tiarap sambil mengarahkan senapan ke arah mereka. Tanpa banyak waktu, pelaku langsung menarik pelatuk.

‎Tembakan mengenai PO di lengan kiri atas. Tepat di sekitar siku. Sementara DI mengalami luka tembak di telapak tangan kiri yang tembus hingga jari tengah. Dalam situasi panik, mereka berusaha menyelamatkan diri.

‎Situasi semakin genting ketika beberapa pria lain yang diduga bagian dari komplotan garong sawit bermunculan dan ikut melepaskan tembakan ke arah para korban. Tak ingin menjadi sasaran berikutnya, ketiga petugas itu bersama saksi langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.

Mereka kemudian menuju poliklinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis sebelum melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian.

‎Kapolsek Mentaya Hulu Ipda Singgih Teguh Prasetyo mewakili Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain membenarkan adanya insiden tersebut. “Benar, laporan sudah kami terima. Para korban juga sudah berada di Polres Kotim untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Ipda Singgih, Jumat (24/4/2026).

‎Aksi penembakan yang diduga dilakukan komplotan garong sawit ini kembali menjadi peringatan serius bagi keamanan di kawasan perkebunan. Kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan untuk memburu para pelaku serta mengungkap jaringan di balik aksi kriminal tersebut. (pri/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *