Kotawaringin Timur

Dinkes Siagakan Dua Ambulans Oksigen Mobile

15
×

Dinkes Siagakan Dua Ambulans Oksigen Mobile

Sebarkan artikel ini
WAWANCARA : Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur Umar Kaderi saat diwawancarai awak media, beberapa waktu lalu. FOTO APRI/RADAR KALTENG

Hingga Minggu ke-41, ISPA di Kotim Tembus 24.838 Kasus

SAMPIT – Lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi perhatian serius di tengah ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga minggu ke-41 tahun 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim mencatat 24.838 kasus ISPA, dengan 1.064 kasus baru dalam sepekan terakhir pada periode tersebut.

Mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, Dinkes Kotim menyiagakan dua ambulans mobile yang dilengkapi fasilitas oksigen. Layanan yang dioperasikan melalui Public Safety Center (PSC) 119 ini disiapkan untuk mempercepat pertolongan warga mengalami gangguan pernapasan maupun membutuhkan bantuan medis di tengah kondisi udara yang buruk.

Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi mengatakan, keberadaan ambulans mobile itu merupakan upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Jika sebelumnya layanan oksigen tersedia di puskesmas, puskesmas pembantu (pustu), dan PSC, kini petugas juga disiapkan memberikan bantuan langsung di lapangan. “Ambulans mobile oksigen ini kita bawa langsung ke masyarakat. Sekarang kita juga menyiapkan layanan yang bisa bergerak,” kata Umar Kaderi, Sabtu (24/10/2026).

Dia menjelaskan, dua ambulans tersebut dapat dikerahkan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan. Petugas tidak hanya mendatangi warga yang membutuhkan bantuan kesehatan di rumah, juga menjemput pasien yang mengalami kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan.

Menurut dia, masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi layanan darurat PSC 119. Layanan ambulans mobile oksigen tersebut disediakan secara gratis sehingga warga dapat memperoleh pertolongan tanpa dibebani biaya layanan. “Ambulans ini sifatnya keliling. Kita bisa bergerak ke mana saja. Kalau ada masyarakat yang meminta bantuan, langsung kita layani,” ujarnya.

Penyiagaan ambulans mobile oksigen diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan pelayanan kesehatan, khususnya ketika warga membutuhkan pertolongan cepat. Keberadaan layanan bergerak ini juga menjadi alternatif bagi masyarakat yang terkendala jarak atau kondisi untuk mendatangi fasilitas kesehatan.

Dinkes Kotim mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap pekat. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah disarankan pakai masker untuk mengurangi paparan partikel di udara.

Dinkes Kotim berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan PSC 119 ketika membutuhkan bantuan, sekaligus tetap melakukan langkah pencegahan agar paparan asap tidak semakin memperburuk kondisi kesehatan. (pri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *