DPRD Palangka Raya

Pengawasan ISPA Harus Diperkuat saat Kabut Asap

20
×

Pengawasan ISPA Harus Diperkuat saat Kabut Asap

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua I Komisi I DPRD Palangka Raya Salundik.

PALANGKA RAYA – Wakil Ketua I Komisi I DPRD Kota Palangka Raya Salundik minta pemerintah kota meningkatkan pemantauan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebagai langkah antisipasi terhadap dampak penurunan kualitas udara akibat kabut asap karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Pemantauan kasus ISPA harus terus diperkuat agar perkembangan gangguan kesehatan masyarakat akibat kabut asap dapat diketahui sejak dini,” kata Salundik, Rabu (21/10/2026) lalu.

Menurut dia, pemantauan secara rutin menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat, terutama ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap. Dengan adanya laporan perkembangan kasus secara berkala, pemerintah dapat mengambil langkah penanganan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Salundik menilai, anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan harus menjadi perhatian utama karena lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

“Kami mendorong agar masyarakat yang terdampak kabut asap bisa segera mendapatkan penanganan medis apabila mulai mengalami gangguan pernapasan,” ujarnya.

Salundik menjelaskan, DPRD Kota Palangka Raya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk memantau perkembangan kasus ISPA di tengah kondisi udara yang berpotensi memburuk.

Pelaporan kasus yang dilakukan setiap hari dinilai penting untuk memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan masyarakat selama kabut asap melanda. Data tersebut juga dapat menjadi bahan evaluasi dalam menentukan langkah pencegahan dan penanganan lebih lanjut.

“Melalui pemantauan dan pelaporan rutin, perkembangan kasus ISPA bisa diketahui sehingga pemerintah dapat lebih cepat menentukan langkah yang diperlukan untuk melindungi masyarakat,” ungkapnya.

Selain pemantauan, Salundik menekankan perlunya kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi kemungkinan bertambahnya warga yang mengalami gangguan pernapasan. Pelayanan kesehatan harus tetap berjalan optimal agar masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan.

Sebagai informasi, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya sepanjang tahun 2026 total ada 7.863 kasus ISPA.

Rincian kasus itu meliputi Puskesmas Bukit Hindu sebanyak 1.260 kasus, Jekan Raya 924 kasus, Kalampangan 492 kasus, Kayon 1.057 kasus, Kereng Bangkirai 603 kasus, Marina Permai 477 kasus, Menteng 1.171 kasus, Pahandut 1.145 kasus, Panarung 653 kasus, Rakumpit 81 kasus, dan Tangkiling 0 kasus. (ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *