FeaturePeristiwaUtama

Api Diduga dari Karhutla, Kerugian Rp50 Juta

60
×

Api Diduga dari Karhutla, Kerugian Rp50 Juta

Sebarkan artikel ini
DAMPAK KARHUTLA : Rumah kayu milik Jepriyadi di Jalan Mahir Mahar, Kota Palangka Raya ludes terbakar diduga akibat rembetan api akiobat kebakaran hutan dan lahan, Senin (12/10/2026). FOTO RADAR KALTENG

Rumah Kayu di Jalan Mahir Mahar Ludes Terbakar

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar Jalan Mahir Mahar, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, kembali mengancam lingkungan serta merembet hingga menghanguskan rumah warga.

SALAH satu rumah kayu berukuran 4 x 7 meter di Jalan Mahir Mahar  ludes terbakar, Senin siang (12/10/2026). Rumah itu milik Jepriyadi (40). Dugaan sementara, api yang membakar rumah tersebut berasal dari rembetan kebakaran hutan dan lahan di sekitar lokasi.

Peristiwa ini kembali menjadi peringatan bahwa kobaran api di lahan terbuka berpotensi menjalar ke permukiman. Terutama ketika jarak antara titik kebakaran dan rumah warga berdekatan.

Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Palangka Raya Alfrianto mengatakan, laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 12.24 WIB.

Tim Regu 3 Mako Damkar Bidang Pemadaman langsung diberangkatkan untuk menangani kobaran api yang mengancam bangunan tersebut.

“Tim Regu 3 Mako Damkar Bidang Pemadaman langsung dikerahkan dan tiba di lokasi sekitar lima menit setelah laporan diterima,” ujarnya Selasa (13/10/2026).

Petugas berjibaku memadamkan api agar tidak terus meluas. Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, penanganan dilanjutkan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Proses pemadaman hingga pendinginan tuntas sekitar pukul 13.00 WIB. Penanganan dilakukan bersama personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD Kota Palangka Raya, Pusdalops BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah, serta relawan pemadam kebakaran.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan rumah milik Jepriyadi hangus dengan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp50 juta.

Dugaan rembetan api dari karhutla menjadi perhatian karena dampaknya dapat langsung dirasakan warga yang tinggal di sekitar kawasan rawan kebakaran.

“Rumah yang terbakar berbahan kayu. Rumah saat itu dalam keadaan kosong. Pemilik rumah sedang berbelanja,” jelasnya.  (ter/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *