Kotawaringin Timur

Motoris Diminta Selalu Waspada

22
×

Motoris Diminta Selalu Waspada

Sebarkan artikel ini
ASAP DI SUNGAI : Kabut asap di sekitar Sungai Mentaya, Kabupaten Kotawaringin Timur akibat kebakaran hutan dan lahan, Selasa (13/10/2026). APRI/RADAR KALTENG

Kabut Asap Ancam Keselamatan Kelotok di Sungai Mentaya

SAMPIT – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak hanya mengganggu aktivitas penerbangan saja. Tapi juga menjadi perhatian terhadap keselamatan transportasi air di Sungai Mentaya. Jarak pandang yang menurun hingga 500 meter pada pagi hari, sehingga motoris kelotok diminta meningkatkan kewaspadaan saat melayani penyeberangan antarkecamatan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim Raihansyah mengatakan, pihaknya terus mengingatkan para motoris, khususnya pengemudi kelotok dan perahu kecil yang melayani rute penyeberangan dari Sampit menuju seberang, termasuk Kecamatan Seranau, agar lebih berhati-hati saat berlayar. “Jarak pandang sore hari bahkan bisa turun hingga di bawah 100 meter, sangat berpengaruh keselamatan,” ujar Raihansyah, Selasa (13/10/2026).

Untuk mengantisipasi risiko kecelakaan, Dishub Kotim memperkuat koordinasi dengan sejumlah instansi, termasuk Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta kepolisian sektor pelabuhan. Pengawasan dilakukan guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan transportasi air.

“Pagi hari, jarak pandang di sungai bisa sekitar 500 meter, tapi semuanya bergantung arah angin. Kemarin kondisinya sangat parah sampai terlihat kekuningan. Sedangkan hari ini relatif lebih cerah,” jelasnya.

Meski kelotok berukuran kecil relatif lebih mudah dikendalikan dibandingkan kapal besar, Raihansyah mengingatkan agar motoris tidak menganggap remeh kabut asap. Kemampuan mengendalikan kemudi dan kecepatan kapal harus disesuaikan kondisi perairan serta jarak pandang.

Ia menyebutkan, berdasarkan perkiraan yang disampaikannya, kelotok kecil masih dapat dikendalikan pada jarak pandang 100 meter. Namun kondisi tersebut bukan berarti seluruh perjalanan otomatis aman, terlebih jika kabut semakin tebal atau terdapat hambatan di jalur pelayaran.

Sementara kapal berukuran besar membutuhkan jarak yang lebih panjang untuk melakukan pengereman maupun manuver. Untuk itu memerlukan perhatian lebih serius dari awak kapal.

Dishub mengimbau para motoris tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi di sungai membahayakan. Mengutamakan keselamatan penumpang harus menjadi pertimbangan utama, terutama ketika kabut asap semakin pekat.

Namun Raihansyah memastikan, aktivitas pelayaran kapal laut dari dan menuju Sampit sejauh ini masih sesuai jadwal. Belum ada perubahan jadwal akibat kabut asap. Tapi pengawasan terhadap kapal yang keluar-masuk melalui Sungai Mentaya diperketat bersama KSOP dan instansi terkait. (pri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *