Uncategorized

‎Industri Kreatif Perlu Pembinaan dan Modal

42
×

‎Industri Kreatif Perlu Pembinaan dan Modal

Sebarkan artikel ini

‎PALANGKA RAYA – DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong penguatan industri kreatif sebagai salah satu sektor yang mampu menggerakan perekonomian di Kalteng. Industri kreatif perlu pembinaan dan bantuan permodalan dari pemerintah.

Anggota DPRD Kalteng, Okki Maulana mengatakan potensi industri kreatif di daerah cukup besar dan mencakup berbagai bidang, mulai dari seni, kerajinan hingga kuliner khas daerah. Potensi tersebut harus diikuti dengan dukungan pembinaan dan permodalan.

‎“Pemerintah daerah perlu terus mendorong inovasi dan memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha muda untuk berkembang,” ujarnya, Selasa (8/9).

‎Menurut Anggota Komisi IV tersebut, perkembangan industri kreatif tidak cukup hanya mengandalkan kreativitas pelaku usaha. Pemerintah perlu membangun ekosistem yang mendukung melalui pelatihan, pendampingan, serta kemudahan akses permodalan agar usaha yang dirintis masyarakat dapat berkembang dan memiliki pasar lebih luas.

‎

‎Okki juga menilai dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat sektor tersebut. Kebiasaan menggunakan dan membeli produk lokal dinilai dapat memberikan dampak langsung terhadap perputaran ekonomi, sekaligus membuka peluang bagi produk daerah untuk semakin dikenal.

‎

‎“Ketika masyarakat mencintai produk daerahnya sendiri, roda ekonomi lokal akan berputar lebih cepat. Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang kebanggaan terhadap identitas daerah,” katanya.

‎

‎Ia menambahkan, generasi muda Kalteng memiliki potensi kreativitas yang besar dan perlu difasilitasi agar tidak berhenti pada ide semata. “Generasi muda Kalteng memiliki kreativitas yang luar biasa. Kita tinggal perlu memberikan ruang dan fasilitas agar ide-ide mereka bisa tumbuh dan berkontribusi pada ekonomi daerah,” ungkap Okki.

‎

‎DPRD Kalteng berharap pengembangan industri kreatif dilakukan secara konsisten dengan melibatkan pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat. Sinergi tersebut penting untuk membentuk ekosistem usaha yang kuat sehingga produk lokal tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi daerah.(sep/*)

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *